Investor Korea Bangun PLTS 10 MW di Reo, Investasi Rp 200 Miliar

0
951
Dari Kiri ke Kanan : Nuli Hapsani, Majuana Napitupulu, Lee Youn Sang (Foto: Ronald Tarsan/Floresa)

Ruteng, Floresa.co – PT Nusa Mitra Teknik, perusahaan milik investor Korea Selatan berkomitmen untuk membangun Pembangkit Listrik Tenga Surya (PLTS) di Kecamatan Reok Kabupaten Manggarai – Flores.Total investasi mencapai Rp 200 miliar lebih.

Komitmen perusahaan tersebut dikukuhkan dalam bentuk penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Pemerintah Kabupaten Manggarai di Ruteng, Rabu 2 November 2016.

MoU dengan bernomor HK.034.1/320/2016 dan 161026/MoU/BM-NMT/X/2016 diteken oleh Direktur PT Nusa Mitra Teknik Lee Youn Sang dan Bupati Manggarai Kamelus Deno.

Nuli Hapsani, konsultan PT Nusa Mitra Teknik mengatakan pembangunan PLTS rencananya akan dilakukan di atas lahan pemerintah seluas 14 hektar.

“Spesifikasi data PLTS yang akan kita bangun adalah kapasitas 10 megawatt dan daya listrik yang dihasilkan akan disambungkan dengan jaringan milik PLN Rayon Reo,”ujarnya di hadapan jajaran Pemkab Manggarai di aula Nuca Lale komplek kantor Bupati Manggarai.

Saat ini, lanjutnya ada dua alternatif untuk jam operasional pembangkit yaitu beroperasi selama 9 jam dan beroperasi selama 24 jam penuh.

Pilihan jam operasionalnya nanti tergantung pada hasil pembahasan PPA (Power Purchase Agreement) atau perjanjian jual beli listrik dengan pihak PLN.

Menurut Hapsani, tahapan pembangunan PLTS antara lain studi kelayakan, penyiapan lahan, detail desain, dan koordinasi dengan Pemda, pihak PLN dan instansi terkait.

“PPA dari PLN merupakan unsur terpenting sebab yang akan mengelola listrik tenaga surya ini nantinya adalah pihak PLN. Selain itu, kami juga membutuhkan dukungan dari Pemda berkaitan dengan proses perizinan baik dari AMDAL, IMB, UPL, UKL” katanya.

Majuna Napitupulu, Konsultan Pembangunan menambahkan wilayah Reo sangat cocok untuk pembangunan PLTS. Wilayah lain di Indonesia, kata dia membutuhkan waktu 5,5 jam untuk menyerap energi dari cahaya matahari. Sedangkan, wilayah Reo justru hanya membutuhkan waktu 3,5 jam saja.

“Kapasitas yang dibutuhkan untuk wilayah Reo sebesar 7,65 megawatt” ungkapnya.

Ia optimis proses pembangunan PLTS akan cepat terselesaikan. “Setelah berdiskusi dengan tim teknis dari Korea Selatan, akhir tahun 2017, PLTS bisa running asalkan pembahasan PPA dengan pihak PLN selesai tahun ini”, katanya.

Dalam sambutannya, Bupati Manggarai  Kamelus Deno mengatakan pemerintah daerah tidak boleh cuci tangan berkaitan dengan persoalan listrik.

“Kita harus manfaatkan semua kekuatan dan sumber daya yang ada di Manggarai untuk percepatan elektrifikasi,”ujarnya.

Deno mengatakan saat ini pemerintah pusat sedang menggalakan pembangungan pembangkit berkapaitas 35.000 MW di seluruh Indonesia.

“Sebagai pemerintah daerah, tidak ada pilihan lain bagi kita untuk bagaimana harus mensinkronkan dan mengintegrasikan rencana dan program kita dengan pemerintah pusat,”ujar Deno.

Menurut Deno, pemerintah pusat telah mencanangkan Flores sebagai pulau non fuel. Flores memenuhi kebutuhan listriknya tidak menggunakan bahan bakar minyak.

Terkait PLTS di Reok, Deno mengatakan  Pemda tidak keluar uang satu sen pun. Pemda kata dia hanya mengalokasikan lahan untuk PLTS tersebut.

“Kita punya tanah di Reo kurang lebih 15 hektar. Tanah itu kita sewakan ke PT. MMI karena PT. MMI perusahaan daerah. Sesuai perda, tanah ini menjadi penyertaan modal dalam kaitan kerja sama antara PT. MMI dan PT. Nusa Mitra Teknik,”ujarnya.

Dalam sambutannya, Deno juga menginformasikan hasil pertemuannya dengan Direktur PLN Pusat dimana tahun depan akan dilakukan eksplorasi panas bumi di wilayah Tantong, Ulumbu. Kemudian, melanjutkan pembangunan jaringan transmisi dari Ruteng ke Reo sepanjang 20 kilometer serta bantuan 1 mesin baru kapasitas 500 KvH untuk PLTD Waso.

“Apabila rencana pembangunan 10 megawatt di Reo terealisasi, maka itu juga bisa memberikan dukungan pemenuhan listrik di bagian utara Manggarai dan Manggarai Timur”, ujarnya. (Ronald Tarsan/Floresa).

Advertisement

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan tulis komentar Anda!
Tulis nama Anda di sini