Polres Mabar akan Usut Semua Pihak Terkait Beras Opolosan Busuk di Labuan Bajo

0
614
Kepolisian Resort Mangggarai Barat Flores berhasil menggerebek gudang beras oplosan di Labuan Bajo, Selasa 18 Oktober 2016 (Foto: Ferdinand Ambo/Floresa)

Labuan Bajo, Floresa.co – Kepolisian berjanji mengusut semua pihak yang diduga terlibat dalam kasus beras oplosan busuk dan berkutu di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat – Flores, NTT.

Selasa siang (18/10) kemarin, aparat Kepolisian Resort Manggarai Barat menggerebek sebuah gudang beras di keluarahan Wae Kelambu- Labuan Bajo.

Dari penggerebekan itu , kepolisian menemukan beras oplosan yang busuk dan berkutu. Gudang tersebut diketaui milik Mahaputra.

“Nanti lihat saja, apakah Bulog sangat berperan dalam kegiatan ini,”ujar Kepala Kepolisian Resort Manggarai Barat, AKBP Supiyanto.

Beras oplosan yang rusak dan berkutu ini rencananya akan dijual sebanyak 30 ton ke Bulog Labuan Bajo untuk didistribusikan ke masyarakat.

Mahaputra merupakan mitra Bulog Manggarai Barat. Liliyana pengusaha sekaligus pemilik gudang Mahaputra sempat menghadang polisi yang hendak menggrebek gudang beras miliknya.

Namun, polisi tetap merangsek masuk. Liliyana pun sempat menangis tersedu-seduh saat aparat menggerebek gudang miliknya itu.

Saat polisi berhasil masuk, dari dalam gudang tercium aroma tak sedap. Meski demikian, Lilyana mengaku bahwa beras-berasnya layak untuk dikirim ke Bulog karena tidak adanya komplain dari kantor Bulog di Labuan Bajo.

”Beras yang akan dikirmnya ke Bulog tersebut masih ada yang bagus dan tidak semuanya rusak,”ujarnya ketika polisi memasang police line di gudangnya itu.

Lilyana mengaku beras miliknya itu berasal dari Lembor dan Makasar. Beras-beras tersebut kemudian dicampur lalu kemudian dikirim ke Bulog untuk didistribusikan ke masyarakat Manggarai Barat.

Kepala Bulog Cabang Manggarai Barat, Ansar Leki Maly mengakui Mahaputra adalah salah satu mitra Bulog dalam pengadaan beras. Namun, ia mengaku tak tahu mitranya itu mencampuri beras dari Lembor dengan beras Makasar.

”Beras yang ada di Bulog semuanya beras bagus. Kami tidak menerima beras yang rusak,”ujarnya.

Menurut Ansar, Bulog sesuai perjanjian dengan pihak Mahaputra, beras yang boleh dicampur hanyalah beras Lembor dan beras dari Terang yang sama-sama produk dari daerah itu.

Karena itu, ia pun mempersilahkan aparat kepolisian untuk mengusut kasus beras oplisan busuk dan berkutu ini. (Ferdinad Ambo/Floresa)

Advertisement

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan tulis komentar Anda!
Tulis nama Anda di sini