Akhir Oktober, Garuda Buka Rute Penerbangan Langsung Jakarta – Labuan Bajo

3
1688
Pesawat Garuda Indonesia. (Foto: Ist)

Floresa.co – Maskapai penerbangan Garuda Indonesia menyatakan akan memberlakukan penerbangan langsung Jakarta-Labuan Bajo, Komodo, Nusa Tenggara Timur (NTT) per 27 Oktober 2016.

Janji ini sudah disebutkan Dirut Garuda Indonesia, Arif Wibowo di hadapan Menteri Pariwisata Arief Yahya saat pembukaan Garuda Indonesia Travel Fair 2016 di JCC Senayan, Jakarta, pada 7-9 Oktober lalu.

Pernyataan itu diungkapkan bersamaan dengan rapat para petinggi Badan Usaha Milik Negara (BUMN), termasuk dengan Menteri BUMN Rini Mariani Soemarno, beberapa waktu lalu. Selain rapat, mereka sekaligus ingin melihat lebih dekat kebutuhan mendesak apa saja yang perlu diarahkan untuk mendukung percepatan destinasi prioritas Komodo melalui corporate social responsibility (CSR) perusahaan pelat merah itu.

“Terima kasih banyak. Dukungan ini akan sangat bermakna bagi pengembangan destinasi pariwisata Labuan Bajo. Kami akan menyiapkan beberapa critical success factor, yang begitu disentuh akan berdampak serius pada kunjungan wisman di sana,” ujar Menpar.

Arief sudah beberapa kali datang ke Labuan Bajo, di mana terakhir saat menghadiri penutupan Tour de Flores, yang memperkenalkan keindahan alam dan pantai dari Larantuka sampai Labuan Bajo melalui sport tourism.

“Saya biasa menggunakan bingkai 3A (atraksi, akses, amenitas). Bagian yang urgen saat ini adalah akses menuju Labuan Bajo. Akses ada tiga hal, yakni penerbangan (airlines), pelabuhan udara (airport), dan pelabuhan laut (port and marina),” jelas Arief.

Tiga hal tersebut menyangkut kapasitas wisman yang bisa terangkut menuju Labuan Bajo. Maskapai penerbangan harus memiliki fasilitas penerbangan langsung dari Jakarta ke Labuan Bajo, dan itu sudah dijawab Garuda Indonesia.

Setelah itu harus dipikirkan adanya maskapai penerbangan langsung dari Australia sebagai originasi atau pasar terdekat, maupun Singapura sebagai transportation hub. Untuk bisa menunjang hal tersebut, bandara kota tujuan pun harus naik level menjadi internasional airport. Hal ini akan memungkinkan dibukanya jalur penerbangan langsung dari luar negeri.

Ketiga, harus segera memiliki pelabuhan laut yang memungkinkan cruise atau kapal pesiar dengan kapasitas di atas 3.000 wisatawan bisa bersandar. Selain itu, marina harus memiliki dengan kedalaman minimal 15 meter untuk kehadiran yachts.

“Labuan Bajo harus segera menjadi pelabuhan internasional,” kata menpar lagi.

Sementara itu, Penanggung Jawab Labuan Bajo, Tim Percepatan 10 Top Destinasi Kemenpar, Shana Fatina memaparkan, rapat BUMN tersebut dihadiri sekitar 150 petinggi. Mereka bakal mencanangkan “Sinergi BUMN untuk Membangun Destinasi Prioritas Labuan Bajo-Flores”.

”Kegiatannya berupa outbond trekking dan upacara Sumpah Pemuda di Pulau Padar, treking di Loh Liang Komodo. Selain itu akan ada juga kegiatan BUMN ke Desa Pasir Panjang, Pulau Rinca, workshop Kewirausahaan Boga dan Pariwisata, dan sinergi CSR BUMN untuk infrastruktur setempat,” ujar Shana, anggota Tim yang dipimpin Hiramsyah Sambudy Thaib itu.

Ia menambahkan, Pokja Percepatan Destinasi Kemenpar akan mendampingi kegiatan, terutama untuk pengarahan program CSR BUMN dalam rangka percepatan destinasi prioritas Labuan Bajo, Flores.

Program-progam tersebut adalah perpustakaan di Kampung Rinca oleh Balai Pustaka dan Pertamina, perbaikan sekolah, rumah guru oleh Bank Mandiri, perbaikan dermaga rakyat Kampung Rinca oleh Bank Mandiri, pembuatan anak tangga di Bukit Padar oleh Bank Mandiri, dan pembuatan dermaga apung di Padar oleh Bank Mandiri.

Kemudian ada perbaikan jembatan di Loh Liang oleh Bank Mandiri, perbaikan MCK di Loh Liang oleh Telkom, pengadaan solar panel untuk balai Desa di Papagarang, Rinca oleh PT LEN, perbaikan MCK di wisata kuliner Kampung Ujung oleh Semen Indonesia, pelatihan kewirausahaan oleh Bank Mandiri, dan rumah kreatif BUMN oleh Telkom.

”Selain itu akan ada juga program pelatihan kewirausahaan untuk kuliner, yakni pelatihan memasak dan pengolahan bahan dan pariwisata terkait homestay dan tour operator oleh Bank Mandiri,” kata Shana.

Hiramsyah, Ketua Pokja Percepatan 10 Bali Baru mengaku optimistis dengan berbagai kegiatan tersebut.

”Saya optimistis, destinasi prioritas Komodo Labuan Bajo, NTT, yang sudah ditetapkan sebagai salah satu dari 10 “Bali Baru” oleh Kemenpar akan maju. Penerbangan langsung Garuda dari Jakarta berarti akan menambah seats capacity ke Labuan Bajo,” katanya. (Suara.com/ARL/Floresa)

Advertisement
BAGIKAN

3 Komentar

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan tulis komentar Anda!
Tulis nama Anda di sini