Tampar Sopir Angkot, Wakil Bupati Mabar Dilaporkan ke Polisi

2
5057
Wakil Bupati Maria Geong memberi keterangan terkait pemukulan sopir angkot, di ruangan Kasat Pol PP (Foto: Sirilus Ladur/Floresa)

Labuan Bajo, Floresa.co – Wakil Bupati Manggarai Barat Maria Geong dilaporkan ke polisi oleh seorang sopir angkot di Labuan Bajo, Jumat 14 Oktober 2016. Laporan ini dipicu aksi pemukulan yang dilakukan Maria Geong kepada sang sopir.

Fandi Arman Jebarus (28), nama sopir angkot itu menceritakan aksi pemukulan terjadi di Pasar Batu Cermin Labuan Bajo.

Ia menceritakan, pagi tadi ia mengantar anak-anak sekolah di SMK Negeri Labuan Bajo. Ia kemudian berhenti untuk belanja di sebuah kios.

“Saya melihat ada banyak orang di pinggir jalan,saya terus jalan ternyata serempet orang. Saya turun dari mobil dan dipukul oleh seorang ibu,”ujarnya di kantor Polres Manggarai Barat.

Fandi mengaku mulanya ia tak mengenal Wakil Bupati Maria Geong. “Saya tidak kenal ibu itu siapa,”ujarnya.

Terpisah Wakil Bupati Maria Geong mengatakan kejadian itu terjadi pada saaat ia sedang memimpin kegiatan bakti sosial kebersihan di Pasar Batu Cermin.

Maria mengatakan kejadian bermula saat ia sedang memberikan arahan kepada para pedangan pasar dan pengelola pasar Batu Cermin untuk membersihkan sampah di got.

Saat itu, Maria mengaku berdiri persis di pinggir jalan. Mobil yang dikendarai Fandi berada di belakangnya.

“Dia paksa saya untuk minggir dengan tancap gas yang bunyi keras sekali,”ujarnya saat memberikan keterangan kepada wartawan di kantor Satpol PP Manggarai Barat.

Maria melanjutkan, posisinya saat itu tidak bisa ke pinggir lagi karena di depannya ada parit dan kondisi jalan sangat sempit. Tetapi, menurutnya, mobil yang dikendarai Fandi tetap mamaksa untuk jalan. Alhasil, mobil itu menyerempet badannya.

Beruntung, kata Maria, dirinya tidak terjatuh. Kemudian, “Saya perintahkan untuk hentikan mobil itu. Anak itu harus beri peringatan.Saya menampar dia untuk perigatan saja. Dengan saya saja dia lakukan itu apalagi kalau dengan masayarakat banyak,”ujarnya.

Maria mengaku ia menampar sang sopir bukan berniat jahat. Tetapi semata-mata untuk memberi peringatan.

Selain dirinya, ajudan Maria juga ikut memukul si sopir. “Ajudan saya mungkin karena emosi pukul sopir tersebut. Saya perintah untuk hentikan jangan lagi pukul dia, ini hanya perigatan untuk tidak terulang lagi,”ujarnya.

Terkait laporan ke polisi, Maria mengaku siap menghadapinya. “Sebagai warga negara saya siap untuk beri keterngan atas kejadian ini,”ujarnya. (Sirilus Ladur/Floresa)

Advertisement

2 Komentar

  1. Sebagai pelajaran sopir yg lain,utk saling menghargai.hajar saja Bu Wakil.

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan tulis komentar Anda!
Tulis nama Anda di sini