Diduga Karena Peluk Siswi, Guru MTs di Labuan Bajo Aniaya Murid

0
977
Madrasah Tsanawiyah (MTs) Darusalam Labuan Bajo (Foto: Ferdinand Ambo/Floresa)

Labuan Bajo, Floresa.co – Guru Madrasah Tsanawiyah (MTs) Darusalam Labuan Bajo, Kabupaten Mangagrai Barat – Flores dilaporkan ke polisi karena memukul seorang muridnya. Pemukulan diduga terjadi karena sang murid memeluk seorang siswi.

Septiandi (15 tahun), siswa Kelas 2 MTs Darusalam Labuan Bajo mengaku dianianya oleh seorang guru bernama Ismail yang menjadi guru olaraga di sekolah itu.

Akibat penganiayaan tersebut, Septiandi mengalami bengkak di bagian pipi dan memer di bagian leher.

“Saya dipukul pada bagian pipi kiri dan dan kanan. Lalu, leher saya dicekik,”ujar Septiandi kepada Floresa.co, Senin 13 Oktober 2016.

Didampingi kedua orang tuanya yang beralamat di Binongko, Kelurahan Labuan Bajo-Kabupaten Manggarai Barat, ia mengaku dipukul saat mau istrahat sekolah.

“Dia banting saya, lalu tendang menggunakan sepatu. Saya tidak bisa melawan, teman-teman juga tidak ada yang bantu,”tandasnya.

Septiandi mengaku dirinya memang sering menganggu teman-teman wanita di sekolahnya. “Saya memang sering ganggu perempuan . Tetapi kami juga bersama teman-teman lain sering dipukul guru di sekolah,”ujanrya.

Abdul Ibrahim, ayah Septiandi mengaku kecewa atas tindakan guru di MTs. ”Waktu saya mau jemput Septian, saya melihat dia menangis. Lalu saya tanya, ada apa? Dia menjawab dipukuli gurunya,”ujar Ibrahim.

Ibrahim menyayangkan tindakan kekerasan yang dilakukan guru di sekolah itu. Mestinya, kata dia, di lembaga pendidikan tidak melakukan tindakan kekerasan.

”Mengapa harus dipukul? Bukankah tugas guru menuntun dan mendidik mereka ke arah yang lebih baik?”ujarnya retoris.

Tak terima dengan perlakuan kekerasan terhadap anaknya itu, ia mengaku sudah melaporkan kejadian ini ke polisi.

“Kami sudah melaporkan kejadian ini ke polisi, biar penegak hukum yang proses. Kalau memang anak saya salah dan tidak bisa diatur, sebagai orang tua kita siap untuk dikeluarkan. Tetapi tolong jangan biarkan kekerasan terus terjadi di lembaga pendidikan,”ujarnya.

Ibunda Septiandi, Husnul Hatima mengakui anaknya memang terbilang nakal. Meski demikian, di rumah anaknya itu tak pernah dipukul.

“Saya akui anak saya nakal. Tetapi saya belum pernah memukulnya atau melakukan kekerasan lainnya,”ujarnya.

Husnul mengatakan ketika dilaporkan ke polisi, Ismail sang guru mengakui kesalahannya dan meminta maaf.

Terpisah, Sudiawang, Kepala Tata Usaha MTs Darusalam Labuan Bajo mengatakan kasus itu sudah damai.

Menurutnya, kasus pemukulan ini bermula dari ulah Septiandi yang menganggu dan memeluk seorang siswi. Tak terima, siswi tersebut menangis dan melaporkan ke guru Ismail.

Namun, ia tidak menceritakan secara detil kronologinya. “Keluarga dari Septian juga keluarga dari siswi perempuan sudah mendatangi sekolah. Kita sepakat agar kasus ini diselesaikan secara adat Manggarai,”ujarnya.

Tindakan guru Ismail, menurut Sundiawang merupakan spontanitas dan tidak bermasuksud melakukan kekerasan terhadap siswa.

”Bersama kedua orang tua siswa, didampingi Pa Ismail, kemarin sudah mencabut laporan di kepolisian. Dan mereka sudah mendatangi surat perdamaian,”ujarnya. (Ferdinand Ambo/Floresa)

Advertisement

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan tulis komentar Anda!
Tulis nama Anda di sini