12 Tahun Pater Leo Perik Wafat, Begini Cara Sanpio Mengenangnya

0
479
Presentasi karya ilmiah cara siswa Seminari Kisol mengenang sang pendiri Pater Leo Perik SVD (Foto: Fr. Oriol Dampuk/Floresa)

Floresa.co – Tepat 6 Oktober 2016, Komunitas Seminari Pius XII Kisol di Manggarai Timur – Flores kembali mengadakan misa khusus dan seminar ilmiah.

Seperti tahun-tahun sebelumnya,  kegiatan ini dilakukan untuk mengenang Pater Leo Perik, SVD sebagai fundator lembaga pendidikan calon imam ini yang meninggal di negeri asalnya, Belanda pada 6 Oktober 2004.

Pada malam sebelumnya, diadakan pentas teater “Kreuz” oleh kelompok sastra BeKaS (Bengkel Kata Sanpio).

Perayaan kegiatan ini dimulai dengan misa konselebrasi yang dipimpin oleh RD Ferry Warman pada pukul 05.45 WITA . Misa ini diikuti oleh para pembina, para guru, dan para seminaris yang berlangsung di Kapela Sanpio.

Dalam kotbahnya RD Ferry mengatakan bahwa Pater Leo bersama para seminaris lainnya telah menanamkan nilai Kristiani yaitu nilai pendidikan di Sanpio.

“Pater Leo telah meletakkan dasar yang kuat di Sanpio. Ia mengukir lembaran yang baru di sini. Tak heran ia disebut pendiri atau fundator. Kita mengenangnya sebagai arsitek dalam pembangunan fisik dan pembangunan karakter (5 S). Cara hidupnya patut dicontohi oleh para siswa, guru, dan pembina,”ujar RD Ferry.

Pater Leo Perik SVD, pendiri Seminari Pius XII Kisol
Pater Leo Perik SVD, pendiri Seminari Pius XII Kisol

Menurut Prefek SMA ini, Pater Leo telah mewariskan dua nilai yaitu nilai keber-akar-an dan nilai motivasi. Setiap pohon yang baik memiliki akar yang kuat. Dalam membangun, Pater Leo konsisten menancapkan akar yang kuat. Hal ini terlihat dalam bangunan fisik Sanpio yang terlihat kokoh dan kuat serta tidak pernah runtuh. Selain itu, ajarannya dalam sekolah dan asrama selalu dikenang oleh seminaris. Nilai motivasi diberikan saat melayani dan memberikan pelajaran kepada seminaris.

Kegiatan seminar ilmiah dimulai pada pukul 08.00 WITA. Seminar ini diawali dengan kata sambutan dari RD Dyonisius Osharjo selaku Praeses Seminari Kisol. Beliau mengatakan bahwa keutamaan kehidupan pendidikan zaman sekarang terdapat dalam proses untuk mencapai sesuatu. Para siswa diajarkan untuk melewati tahap demi tahap dalam mendapatkan hasil yang baik. Tahap-tahap yang baik tentunya akan membawa hasil yang baik pula.

“Proses dan hasil yang baik akan dicapai bila seminaris melakukan kunci utama yaitu kedisiplinan. Kedisiplinan mencerminkan bahwa seseorang mampu mengolah waktunya secara baik”, tambahnya.

Kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan himne Sanpio oleh para peserta seminar. Seminar ini menghadirkan para siswa kelas XI sebagai pemakalah yang dibagi ke dalam tiga rumpun yaitu rumpun Bahasa, rumpun IPA, rumpun IPS.

Para pemakalah dari rumpun Bahasa mengangkat tema “The Benefits and The Strategies of ESL & EFL In Academy Sector”. Adapun keuntungan umum yang dihasilkan dalam mempelajari Bahasa Inggris yaitu mampu mempelajari satu bahasa internasional, meningkatkan nilai dalam perkembangan  karir masa depan, Bahasa Inggris adalah bahasa ilmiah, dan Bahasa Inggris adalah bahasa yang sering digunakan dalam perkembangan industri film pada zaman sekarang.

Sedangkan keuntungan khusus yang diterima para seminaris adalah bahasa Inggris sebagai sarana dalam menyelesaikan karya ilmiah Bahasa Inggris, sebagai persiapan menjadi misionaris di masa depan, mempraktekkan penggunaan bahasa Inggris di saat English Day dan English Night, dan membantu berkomunikasi dengan orang asing/turis. Adapun strategi dalam mempelajari bahasa Inggris adalah mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis. Tim ini dikoordinasi oleh RD Ferry Warman sebagai narasumber.

Para siswa dari rumpun IPA memaparkan demonstrasi dari empat mata pelajaran IPA yang dipimpin Bpk. Walden Babut. Kelompok Matematika mendemonstrasikan perkiraan jumlah papan. Mereka ingin menjelaskan dan membuktikan solusi atau cara yang efektif dalam mengetahui  jumlah belahan papan yang bisa dihasilkan dari sebatang pohon kayu tanpa melalui proses pemotongan dengan menerapkan  perhitungan matematis.

BACA JUGA: Gelar Misa dan Seminar, Cara Sanpio Mengenang Sang Pendiri

Kelompok Fisika menjelaskan teknik pengolahan air kotor menjadi air bersih. Alat-alat yang dibutuhkan ialah cutter atau gunting, botol air mineral, kain, ijuk, ziolit dan arang batok kelapa.

Kelompok Biologi menjelaskan konsep osmosis pada pertumbuhan kentang. Ketika kentang diletakan dalam larutan air mineral dengan kosentrasi pelarut tinggi, maka air akan berdifusi kedalam sel, sehingga menyebabkan hemolisis (sel membengkak). Sementara ketika kentang dimasukan pada larutan glukosa dengan kosentrasi pelarut yang rendah, maka air dari dalam sel akan berdifusi  keluar, sehingga menyebabkan plasmolosis.

Pemateri dari rumpun IPA Matematika sedang menyajikan demonstrasi tentang kayu
Pemateri dari rumpun IPA Matematika sedang menyajikan demonstrasi tentang kayu

Sedangkan kelompok Kimia  menjelaskan secara sederhana prinsip kerja roket lewat sebuah reaksii kimia. Dalam kehidupan sehari-hari, dikenal asam cuka dan soda kue atau natrium bikarbonat. Asam cuka ialah senyawa kimia asam organik yang dikenal sebagai pemberi rasa asam dan aroma dalam makanan, umumnya bersifat asam dan berbau menyengat. Sedangkan soda kue adalah senyawa yang digunakan dalam pembuatan roti atau kue karena bereaksi dengan bahan lain membentuk gas CO2 yang menyebabkan roti mengembang.  Kedua zat ini direaksikan. Sebuah roket menggunakan sitem propulsi (gaya dorong) untuk dapat meluncur ke angkasa. Dalam demonstrasi ini, karbondioksida (hasil reaksi asam cuka dan soda kue) bertindak sebagai propulsi yang mendorong botol untuk meluncur ke udara.

Para pemakalah dari rumpun IPS mempresentasikan karya dengan judul “Perspektif Moral Katolik tentang Hukuman Mati, Tinjauan Kisah Penciptaan”. Mereka meninjau dan menolak hukuman mati karena tidak sesuai dengan ajaran Gereja Katolik berdasarkan kisah penciptaan (Kej. 1: 1-31). Para pemakalah melihat bahwa Allah sendirilah yang menentukan kehidupan manusia. Manusia tidak bisa memutuskan berakhirnya kehidupan seseorang. Manusia dipandang sebagai citra Allah karena itu kehidupan manusia harus dilihat sebagai anugerah Tuhan. Manusia diciptakan Allah secara amat baik (Kej. 1:31). Rumpun IPS ini menghadirkan Diakon Wawan Jawa, SMM sebagai narasumber.

Selain presentasi karya ilmiah, juga diakan sejumlah perlombaan seperti speech, story stelling, dramatisasi Kitab Suci dalam bahasa Manggarai, tombo turuk, baca Kitab Suci, menyanyikan Mazmur Tanggapan, cerdas cermat Kitab Suci,  penulisan esei dan puisi.

“Para pembina, guru, dan siswa telah berhasil menyiapkan dan melaksanakan semua kegiatan. Program yang telah disusun berjalan dengan baik berkat kerja keras dari kita semua,” kata RD Risal Baeng selaku ketua panitia perayaan ini. (Laporan Kontributor: Fr. Oriol Dampuk/Floresa)

Advertisement
BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan tulis komentar Anda!
Tulis nama Anda di sini