Tiga Skenario Pemkaran Daerah, dari Longgar Hingga Ketat

2
452
Asisten I Bupati Manggarai Barat, Benediktus Banu hadir memwakili Managgarai Barat dalam deklarasi 225 usulan DOB di DPD, Selasa 4 Oktober 2016 (Foto: Facebook Bernadus Barat Daya)

Jakarta – Pemerintah menyiapkan tiga alternatif skenario pemekaran daerah di Indonesia.Tiga skenario itu sebagai desain besar pemekaran daerah hingga tahun 2025.

Skenario pertama adalah akan ada tambahan 23 propinsi baru. Kemudian 192 kabupaten dan 49 kota baru. Total tambahan Daerah Otonom Baru (DOB) adalah 264 daerah.

“Alternatif ini dikategorikan longgar. Artinya pemekaran dalam kategori besar,” kata Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo dalam rapat kerja dengan Komite I DPD RI di gedung DPD, Jakarta, Selasa 4 Oktober 2016.

Acara itu dihadiri para gubernur dan bupati serta walikota dari wilayah-wilayah calon pemekaran.

BACA JUGA:

Skenario kedua adalah akan ada tambahan 12 propinsi, 113 kabupaten dan 77 kota. Sehingga total DOB yang dibentuk 202 daerah. Skenario ini masuk dalam kategori sedang.

Adapun skenario ketiga adalah pemekaran wilayah bertambah 101 daerah. Wilayah itu terdiri atas 11 propinsi, 78 kabupaten dan 12 kota. Skenario ini masuk dalam kategori ketat.

BACA JUGA: 

“Ini semua berdasarkan pehitungan formula dan akomodir varieabel aksesibilitas. Kemudian berdasarkan aspirasi masyarakat dan dinamikan politik di DPR dan DPD,” jelas Tjahjo.

Dalam rapat kemarin, DPD mendeklarasikan 225 calon DOB baru. Dari jumlah itu, 9 diantaranaya berada di NTT, termasuk usulan pembentukan Kabupaten Manggarai Barat Daya. (PTD/Floresa).

Advertisement

2 Komentar

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan tulis komentar Anda!
Tulis nama Anda di sini