Operator Ulumbu: Mesin Made In China Jadi Biang Pemadaman Bergilir di Manggarai

0
1400
PLTP Ulumbu di Desa Wewo, Kecamatan Satar Mese Kabupaten Manggarai (Foto: Ronald Tarsan/Floresa)

Ulumbu, Floresa.co – Pemadaman listrik yang sering terjadi di wilayah Manggarai – Flores ditengari bersumber dari hulunya, yaitu PLTP Ulumbu sebagai sumber utama seterum wilayah itu.

Dua unit mesin di PLTP Ulumbu ternyata sering rusak. Dua mesin tersebut yaitu unit tiga dan empat dengan kapasitas masing-masing 2,5 Megawatt (MW), menurut keterangan pengelolan PLTP Ulumbu adalah buatan China (made in China).

Total ada empat unit mesin di PLTP Ulumbu. Unit satu dan dua diketahui merupakan mesin buatan Amerika dengan kapasitas masing-masing juga 2,5 MW.Total kapasitas terpasang PLTP Ulumbu adalah 10 MW.

Seterum dari PLTP yang terletak di Desa Wewo, Kecamatan Satar Mese ini mengalir melalui transmisi ke sejumlah wilayah di Manggarai yang memiliki beban puncak 9,2 MW.

Unit tiga dan empat beroperasi sejak 11 November 2011 pada saat PLN dipimpin oleh Dahlan Iskan. Proyek ini didanai APBN tahun 2009.

Sedangkan unit satu dan dua baru beroperasi sejak 2014. Dananya bersumber dari utang Asian Development Bank (ADB).

Ryan Puspratomo, Site Manager PT Cogindo Daya Bersama (CDB) anak perusahan PT PLN Persero mengatakan pemadaman bergilir PLN Ruteng disebabkan karena kerusakan mesin unit tiga dan empat di PLTP Ulumbu.

“Pemadaman lampu diakibatkan oleh faktor eksternal. Misalnya pohon tumbang itu efeknya terganggu mesin di sini, khususnya unit tiga dan empat” ujarnya kepada Floresa.co di ruang kerjanya di Ulumbu Rabu, 5 Oktober 2016 siang.

Ryan Puspratomo, Site Manager PT. Cogindo Daya Bersama (CDB) anak perusahan PT PLN yang mengelolah PLTP Ulumbu (Foto: Ronald Tarsan/Floresa)
Ryan Puspratomo, Site Manager PT. Cogindo Daya Bersama (CDB) anak perusahan PT PLN yang mengelolah PLTP Ulumbu (Foto: Ronald Tarsan/Floresa)

Lebih lanjut ia mengatakan mesin unit tiga dan empat tersebut sulit mendapatkan suku cadangnya di Indonesia. Bahkan kata dia spare part mesin buatan negara tirai bambu itu tidak ada di Indonesia. Dengan demikian, ketika mesin itu rusak sangat sulit diperbaiki.

“Proses pengadaan peralatan dua unit mesin itu cukup sulit dan membutuhkan waktu lama. Akan tetapi kita telah berusaha untuk memperbaiki di Bandung dan dua unit mesin sudah beroperasi sejak hari Selasa kemarin” lanjutnya.

Ia menuturkan PT CDB anak perusahan PT PLN Persero yang bertugas mengoperasikan empat unit mesin di PLTP Ulumbu mengalami kendala. Sebab, sejak beroperasinya dua unit mesin tersebut yakni unit tiga dan empat selalu mengalami kerusakan alat Automatic Voltage Regulator (AVR).

Alat itu berfungsi untuk mengatur, menambah dan menstabilkan tegangan listrik.

“AVR hasil rakitan team work di Bandung sudah selesai dipasang. Unit tiga dan unit empat sudah kembali normal tetapi belum maksimal. Sebab, kemampuannya baru 1,5 MW saja” katanya.

Karena itu, dua unit mesin itu belum bisa kembali normal. Sebab, operator masih memantau kondisi mesin yang baru diperbaiki itu. Dan mengidentifikasi kemungkinan kerusakan spare part lain. Menurutnya pihaknya masih mengupayakan agar bisa kembali normal dan tidak ada pemadaman bergilir lagi. (Ronald Tarsan/Floresa).

Advertisement
BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan tulis komentar Anda!
Tulis nama Anda di sini