Dipecat Dula, Mantan Pegawai Honorer Ini Terpilih Jadi Kades

0
2049
Bupati Agustinus Ch Dula (Foto: manggaraibaratkab.go.id)

Labuan Bajo, Floresa.co – Karolus Matung terpaksa menelan pil pahit pada akhir Maret lalu. Bersama sejumlah pegawai honorer lainnya, ia dipecat sepihak oleh Bupati Manggarai Barat Agustinus Ch Dula.

Saat itu, Karolus Matung menjadi tenaga administrasi di Dinas Perhubungan, Informasi dan Komunikasi Kabupaten Manggarai Barat – Flores.

Namun, dipecat sepihak tak membuatnya kehilagan semangat. Ia bertekad agar pendidikan D-III Administrasi yang dimilikinya bisa didedikasikan untuk masyarakat.

Pintu itu terbuka ketika ada suksesi pemilihan kepala desa di Manggarai Barat, termasuk di desa Wae Mose Kecamatan Lembor Selatan, dimana Karolus berasal.

BACA JUGA: Bupati Dula Dinilai Pecat Sepihak Pegawai Kontrak

Karolus yang berasal dari kampung Daleng Sampa pun ikut menjadi kandidat dari tiga calon yang bertarung dalam pemilihan kepala desa pada 28 September lalu.

Hasilnya, pria yang kerab disapa Karel ini keluar sebagai pemenang.

”Saya bangga sekali. Ini saatnya untuk megabdi demi pembangunan di wilayah ini,”ujarnya kepada Floresa.co Rabu 5 Oktober 2016.

Karel berhasil meraup 383 suara dari masyarakat di desanya. Selihnya 143 suara dengan calon yang mendapatkan suara terbanyak kedua.

Setelah terpilih, cita-citanya enam tahun ke depan selama menjadi kepala desa adalah membenahi infrastruktur jalan di desanya.

“Di daerah ini, masih banyak jalan belum teraspal. Gang untuk akses antar kampung juga belum dibuka. Maka ke depan dengan adanya dana APBN (dana desa-red), saya prioritaskan pembangunan fisik,”ujarnya.

Menurutnya, dua tahun dana desa sudah dikucurkan ke desanya. Namun, anehnya dana itu seperti tak kelihatan efeknya di masayarakat.

“Dana (dari) Pusat kurang efektif penggunaanya. Selama 6 tahun ke depan, saya akan fokus infrastruktur, program pemberdayaan dan penataan lingkungan,”ujarnya.

Ia menceritakan setelah dipecat sepihak oleh bupati pada 28 Maret 2016 lalu, ia berusaha bertanya langsung ke bupati terkait alasannya. Namun, ia tak pernah bisa bertemu dengan orang nomor satu di Managgarai Barat itu. Akhinrnya, ia memutuskan untuk pulang ke kampungnya.

“Begitu saya keluar, sempat mau mencari pekerjaan lain. Namun karena ada suksesi pilkades, bersama keluarga kita lakukan konsolidasi agar bisa meraih hati masyarakat,”ujarnya.

Karel memiliki tiga orang anak dan seorang istri. Ketiga anaknya sedang mengenyam pendidikan. Sedangkan istri menjadi ibu rumah tangga.

Ditanya, apakah pernah dipanggil kembali untuk menjadi pegawai honorer, mengingat sejumlah rekannya telah kembali menjadi pegawai honorer, ia mengatakan, ”Ae, saya tidak mau lagi, biar saya mengabdi untuk desa ini saja.”

Kepal Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Manggarai Barat, Sebas Wantung mengaku sebanyak 19 orang pegawai honorer yang sebelumnya dipecat, kembali ditarik menjadi pegawai honorer.

“Ada yang sudah dipanggil kembali sebanyak 19 orang dan menyebar di beberapa SKPD,”ujar Wantung.

Setidaknya, pada Maret lalu, ada 50 pegawai honorer yang dipecat bupati. Watang mengatakan, bukan kewenangannya untuk mempekerjakan kembali 50 pegwai itu. “Tergantung Bupati,”ujarnya. (Ferdinand Ambo/Floresa)

Advertisement

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan tulis komentar Anda!
Tulis nama Anda di sini