Kopi Colol, salah satu identitas kopi di Flores. Pemerintah Provinsi NTT mendorong adanya brand tunggal untuk semua kopi dari daratan Flores (Foto: Floresa)

Jakarta,Floresa.co – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mendorong adanya identitas tunggal untuk semua kopi di daratan Flores.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTT Yohanes Tay Ruba mengatakan selama ini kopi dari berbagai daerah di daratan Flores dinamai sesuai nama kabupaten masing-masing. Bahkan setiap kelompok Unit Pengolahan Hasil (UPH) memberi nama tersendiri untuk kopi yang dihasilkan.

Padahal menurut Yohanes, kopi di Flores meski secara administrasi pemerintahan berada di kabupaten yang berbeda, tetapi cita rasanya homogen atau sama.

“Kita akan memberikan satu brand nama Kopi Flores. Untuk sementara ini memang berdasarkan kabupaten, misalnya Arabika Flores Bajawa itu di Ngada, Arabika Flores Manggarai di Manggarai. Masih berbeda-beda. Tetapi karena kopi Arabika ini (berada) di satu kawasan Flores, dari provinsi menyatakan untuk menyebut satu brand yaitu Kopi Arabika Flores,”ujar Yohanes kepada wartawan di sela-sela acara Festival Kopi Flores di Benatra Budaya, Jakarta, Kamis 15 September 2016.

BACA JUGA:

Yohanes mengatakan saat ini, Pemerintah Provinsi NTT sedang melakukan sosialisasi kepada para pelaku usaha kopi di Flores terkait brand tunggal ini.

Dari delapan kabupaten di daratan Flores, ada lima kabupaten yang memiliki produksi kopi yang besar, yaitu Manggarai, Manggarai Timur, Manggarai Barat, Ngada dan Ende.

Saat ini, kopi dari Ngada dan Manggarai (tiga Manggarai) sudah mulai masuk ke pasara internasional.

Dari Kabupten Ngada sejak 2005 hingga 2016, sudah mengekspor 1.210 ton kopi ke Amerika dan beberapa negara Eropa. Total produksi kopi di Ngada sebanyak 6.500 ton per tahun dari luas lahan 6.500 ton. Luasan lahan ini masih dapat dikembangkan hingga mencapai 12.000 ha.

Sedangkan, dari Manggarai (tiga kabupaten) pada 2014 lalu, total produksi kopi mencapai 21.734 ton dari luas lahan 72.454 ha.

Meski produksinya dan luas lahannya lebih besar, Asosiasi Kopi Mangarai baru menekspor satu kontainer atau sekitar 18 ton kopi Arabika spesial ke Amerika pada 2015 lalu. (Pet/Floresa)