Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri meresmikan pembentukan enam Desa Peduli Buruh Migran di Kabupaten Lembata (Foto: Migran Care)

Floresa.co – Menteri Ketenagakerjaan, Hanif Dhakiri meresmikan enam Desa Peduli Buruh Migran di Kabupaten Lembata, NTT, Selasa 30 Agustus pekan lalu.

Ini merupakan program yang diinisiasi Migran Care bekerja sama dengan Yayasan Kesehatan untuk Semua (YKS) dengan dukungan program MAMPU, sejak 2014 lalu.

Ada pun enam desa tersebut adalah Desa Tagawiti, Desa Beutaran, Desa Dulitukan (Kec Ili Ape), Desa Lamatokan, Desa Lamawolo dan Desa Bao lali Duli (Kecamatan Iliape Timur).

Desa-desa ini merupakan daerah basis buruh migran, baik melalui skema migrasi swadaya maupun migrasi kontraktual.

Dalam siaran persennya, Migran Care menyebutkan keberadaan Desa Pedul Buruh Migran turut memberikan kontribusi bahwa negara harus hadir dalam melayani warganya yang bekerja sebagai buruh migran.

Desa Peduli Buruh Migran juga diharapkan menjadi pagar pelindung bagi warga desa dari gerilya praktek percaloan dan sindikat perdagangan manusia yang selama ini menjadikan desa sebagai lapak untuk mencari korban. Secara konkrit, warga desa terutama komunitas/ kelompok mantan buruh migran dan anggota keluarganya lebih terorganisir, mendapatkan pengakuan dan akses atas livelihood, informasi migrasi aman dan partisipasi dalam pengambilan kebijakan menyangkut nasib mereka.

Terobosan signifikan yang dirasakan dari pembentukan Desa Peduli Buruh Migran adalah desa memiliki data tentang mobilitas penduduknya yang bekerja ke luar negeri dalam skema PPIT (Pusat Pelayanan dan Informasi Terpadu) dan penganggaran dari pemerintah desa.

Di Kabupaten Lembata bahkan terbit Perda No. 20 Tahun 2015 tentang Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia asal Lembata yang memberi mandat kepada desa untuk menyediakan payung hukum Perdes dan pelembagaan layanan bagi warganya yang menjadi buruh migran. (PTD/Floresa)