Rumah Simeon Dirusak, Usai Bentak Siswa SMP di Jalan Trans Flores

1
651
Rumah milik Simeon Lasa di Tanggo, Borong dirusak sekelompok orang (Foto: Ronald Tarsan/Floresa)

Borong, Floresa.co – Nasib apes dialami Simeon Lasa. Rumah warga Kampung Tanggo, Kelurahan Kota Ndora, Kecamatan Borong, Manggarai Timur, itu dirusak sekelompok orang pada Selasa 16 Agustus sekitar pukul 19.00 Wita.

Menurut penuturan Simeon, beberapa saat sebelumnya, ia menegur Gregorius Alesu Awi, anak seorang PNS di Kantor Dinas Perkebunan Kabupaten Manggarai Timur.

Gregorius diketahui masih belajar di sebuah SMP swasta di kota Borong.

Simeon Lasa mengatakan, kejadian penyerangan ruamhanya bermula dari masalah sepele. Ia dan Gregorius, awalnya sama-sama mengendarai sepeda motor di jalan Trans Flores.

Di tengah jalan, Gregorius tiba-tiba membelokan motornya secara serentak keluar jalan. Simeon yang berada di belakang terpeleset karena rem serentak menghindari tabrakan dengan Gregorius.

Kesal karena kejadian tersebut Simeon membentak Gregorius. Menurut Simeon, rupanya Gregorius tak terima dibentak. Ia lalu, melaporkan kejadian itu ke keluarganya.

Tak lama kemudian, lanjut Simeon, sekelompok orang yang diduga keluarga Gregorius pun langsung menyerang rumah Simeon dan melakukan pengerusakan.

Pada saat penyerangan, Simeon bersama istrinya berada dalam kamar dan tidak melakukan perlawanan. Menurut Simeon, orang yang diduga keluarga Gregorius yang berjumlah belasan orang itu melakukan sejumlah pengerusakan di dinding, pintu, dan jendela rumah miliknya.

“Ada sekelompok orang yang menyerang rumah saya. Bagian depan rumah dan pintu terbelah dua akibat tindakan pengerusakan yang mereka lakukan” ujar Simeon kepada Floresa.co Rabu, 17 Agustus 2016 pagi.

Rumah Simeon Lasa yang dirusak
Rumah Simeon Lasa yang dirusak

Hal serupa disampaikan Ardianus Talu, salah satu keluarga Simeon. Ia meminta kepolisian segera mengusut masalah ini dengan tungtas.

“Kami telah melaporkan kejadian ini di Polsek Borong. Anak pejabat sekarang memang sangat arogan. Kami meminta kepada polisi untuk segera tegakkan aturan yang berlaku” kata Ardianus kepada Floresa.co melalui sambungan telepon, Rabu, 17 Agustus 2016.

“Polisi juga telah melakukan olah TKP” tambahnya.

Informasi yang dihimpun Floresa.co, kasus penyerangan tersebut masih dalam proses penyelidikan polisi.

Sementara itu, Kapolsek Borong, Say Nono Yohanes belum bisa dikonfirmasi. Ketika dihubungi Floresa co, nomor ponselnya tidak diangkat. (Ronald Tarsan/Floresa).

Advertisement
BAGIKAN

1 Komentar

  1. Semoga masalah ini cepat ditindak tegas agar nga terulang lagi dikemudian hari. Apalagi anak sekarang kebanyakan arogan nga pikir masa depan ini kasus seperti di makasar orang tua murid nemukul guru tampa ada tanya sebelum melakukan sesuatu ,jadi orang tua sebenarnya harus liat baik atau buruk masalah harus diatasi dengan bijaksana agar tidak ikut dalam provokasi.

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan tulis komentar Anda!
Tulis nama Anda di sini