Polisi: Pembunuhan Idris Muhammad Djafar Didalangi Isterinya Sendiri

5
1853
Jenasah Idris Muhamad DJafar saat dievakuasi pada 28 Juli 2016.

Ruteng, Floresa.co – Aparat Polres Manggarai mengungkapkan fakta mengejutkan terkait kematian seorang warga asal Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Idris Muhammad Djafar di Elar, Manggarai Timur (Matim) pekan lalu.

Krisno Ratuloli dari Tim Buru Sergap Polres Manggarai mengatakan, dalang pembunuhan itu adalah isteri korban, Maksima Veronika Emos (45), yang biasa disapa Oni.

Bahkan, kata dia, Oni juga ikut menghantam korban saat pembunuhan terjadi. Istri korban sehari-hari bekerja sebagai bidan di Sange, Desa Kempo, Kecamatan Sanonggoang, Mabar.

Informasi terkait peran Oni, jelas Krisno, diperoleh dari keterangan salah satu pelaku, Anicetus Ratum, warga asal kampung Tureng, Desa Legurlai, ELar.

Ia menjelaskan, Anicetus sempat datang bersama Oni ke Mapolres Manggarai untuk melaporkan kejadian ini pada 30 Juli lalu.

“Dia beberapa hari berada di Mapolres mendampingi istri korban yang stres, tidak mau pulang ke rumah,” katanya kepada Floresa.co, Rabu pagi, 3 Agustus 2016.

Pada Senin, 1 Agustus, kata dia, Anicetus berangkat bersama polisi ke Elar.

“Sampai di Elar,  Anicetus mengaku sebagai pelaku penganiayaan berat itu,” ungkap Krisno.

Ia menambahkan, masih menurut pengakuan Anicetus, ada juga pelaku lain, yakni Oktvianus Lapu alias Umbu.

Saat ini, jelasnya, Umbu sedang dalam proses pengejaran karena kabur dari rumahnya di Legurlai pada 1 Agustus.

Sebagaimana dilaporkan sebelumnya, Djafar ditemukan tergeletak kaku tak bernyawa di Hutan Bambu Arus, Kampung Tureng, Desa Legurlai pada Jumat, 28 Juli.

Dalam keadaan terlentang, kepalanya berposisi ke arah timur dan kaki ke arah barat. Lalu, tangan kirinya terlihat sedang memegang sebuah pohon kecil. Tubunya pun sudah mulai membusuk dan mengeluarkan bau tak sedap.

Sekitar pukul 18.00 Wita, jenasahnya langsung dievakuasi ke Rumah Sakit dr. Ben Mboi Ruteng untuk divisum.

Setelah divisum, korban dilaporkan mengalami pecah tulang tengkorak akibat benturan benda tumpul. Selain itu, di wilayah sebelah atas kening terdapat luka robek.

Luka robek juga terdapat di dagu bagian kanan dengan panjang 3 cm, lebar setengah cm dan dalam 2 cm. Di bibir kanan bawah juga ada luka dengan panjang 2 setengah cm, lebar 0,3 cm dan dalam seperempat cm.

Pada daun telinga kanan terdapat luka akibat tusukan benda tajam dengan panjang 3 cm. Pada bibir atas sebelah kiri panjang 1 cm, lebar 0,3 cm, dalam 1 cm juga terdapat luka robek. Lidahnya terlihat menjulur keluar.

Lebam terdapat di bagian selangkangan kiri dan kanan, pinggang bawah sampai sekitar anus dan skortum.

Lalu, luka gores dan pembengkakan terjadi pada skortum dengan diameter 8 cm dan kedua tangannya mengalami luka lecet.

Selain itu, tulang rahang kanannya patah dan terdapat bekas pendarahan yang sudah mengering pada telinga kanan dan kiri. (Ronald Tarsan/ARL/Floresa)

Advertisement
BAGIKAN

5 Komentar

  1. Sekarang mala nular ke flores lg kasus»
    Yg ngga jelas kaya gini…….
    Bikin malu tanah air,otak mana otak

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan tulis komentar Anda!
Tulis nama Anda di sini