Mahasiswa Kupang Kecam Pemborosan Anggaran Pemkab Matim

1
605
Pusat pemerintahan Kabupaten Manggarai Timur di Lehong (Foto: Ist)

Kupang, Floresa.co – Mahasiswa asal Manggarai di Kupang mengecam pemborosan anggaran di setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di kabupaten Manggarai Timur – Flores, NTT.

Terkait anggaran perjalanan dinas dan rapat koordinasi SKPD di Kabupaten Manggarai Timur yang mencapai miliaran rupiah, Kelompok Diskusi Mahasiswa (KDM) “Dialektika Matim” di Kupang menyampaikan kritikan atas alokasi dana yang dinilai sebagai pemborosan.

“Pemborosan ABPD untuk perjalanan dinas dan rapat kordinasi merupakan indikasi kinerja SKPD yang lebih doyan duduk dan jalan-jalan, ketimbang kinerja nyata di lapangan” kata koordinator KDM Yosep Sumario usai diskusi bersama mahasiswa Matim di Kupang, Rabu, 20 Juni 2016, melalu pernyataan tertulis yang diterima Floresa.co Rabu 22 Juni 2016.

BACA JUGA: Anggaran Perjalanan Dinas Mencapai Miliaran, Pemkab Matim Dikritik

Realisasi dana ini, lanjut Sumario, akan berdampak pada menurunnya program riil di lapangan yang langsung bersentuhan dengan rakyat seperti air bersih, jalan, pupuk, penerangan, pangan, perumahan dan pendidikan.

Anggota KDM lain, Yohanes Irfandi juga angkat bicara. Menurutnya, realisasi APBD seperti ini mengangkangi asas keadilan dimana alokasi belanja pegawai lebih besar dari pada belanja publik.

“Jika ini yang terjadi, pemerintah Matim sebenarnya pro siapa, rakyat Atau dirinya sendiri?” kecam mahasiswa asal Colol, Manggarai Timur ini.

Selain mengecam pemborosan anggaran itu, KDM Dialektika Matim juga mensinyalir adanya politisasi anggaran yang diduga kuat akan berujung pada konsolidasi demokrasi menjelang pemilukada 2018.

“Bisa jadi pemborosan anggaran untuk SKPD ini akan dimanfaatkan untuk mobilisasi politik melalui mesin birokrasi”,kata Andre Jasmin, salah satu anggota diskusi.

Secara terpisah, Irvan Kurniawan mantan ketua Himpunan Mahasiswa Manggarai Timur di Kupang mengatakan semua SKPD wajib mempublikasikan anggarannya mulai dari perencanaan, penggunaan anggaran hingga implementasinya, sehingga publik bisa mengawasi.

“Selain itu, penghematan terhadap pos-pos anggaran penting dilakukan” ujar Aktivis GMNI Cabang Kupang itu.

Sebelumnya, diberitakan anggaran perjalanan dinas SKPD di Manggarai Timur mencapai miliaran rupiah. Untuk tahun 2017 sesuai rancangan KUA PPAS didapatkan data untuk anggaran perjalanan dinas sebesar Rp 10. 104.547.552 ada kenaikan sebesar Rp 886. 630.973. (Ronald Tarsan/Floresa)

Advertisement

1 Komentar

  1. yang pilih tu bupati dulu mngkin kluarga dri adik2 yg kritik… skrg jgn cuma kritik adik… tpi berikan pemahaman yg jlas kpd org terdekat kita ttg hakekat demokrasi dan berpikir rasional dlm memilih pemimpin bkan krena kedekatan atw keinginan ego personal tpi yg bisa membangun….

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan tulis komentar Anda!
Tulis nama Anda di sini