Ketika Orang Manggarai Ramai-Ramai Mau Jadi Gubernur NTT

0
2727
Tari caci, salah satu warisan seni budaya masyarakat Manggarai di Flores yang masih lestari hingga saat ini. (Foto: masguhberkata.files.wordpress.com)

Floresa.co – Meski baru akan digelar tahun 2018, perbicangan seputar pemilihan kepala daerah Provinsi NTT sudah mulai ramai di jagat media sosial.

Sejumlah nama bakal calon sudah bertebaran. Bahakan sudah ada yang resmi mendeklarasikan diri.

Menariknya, dari sejumlah nama yang muncul itu, dari Manggarai raya sudah ada tiga jagoan yang muncul. Mereka adalah Christian Rotok yang digadang-gadang menjadi bakal calon wakilnya Eston Foenay.

Rotok adalah mantan bupati Manggarai dua periode (2005-2015). Sedangkan, Eston adalah mantan wakil Gubernur NTT (2008-2013) dan pernah maju sebagai calon gubernur pada 2013 lalu. Eston kini menjadi Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra NTT.

Tahun 2013 lalu, Rotok juga menjadi salah satu calon dalam Pilkada NTT. Waktu itu, Rotok menjadi calon gubernur dari jalur independen dan berpasangan dengan Paul Liyanto sebagai wakilnya.

Nama lain dari Manggarai adalah Beny Kabur Harman. Nama ini juga tak asing lagi di kancah politik NTT, bahkan nasional. Ia adalah anggota DPR RI.

Beny digadang-gadang akan maju sebagai calon Gubernur. Belum jelas pria asal Satarmese ini akan berpasangan dengan siapa. Tetapi isu yang berhembus wakilnya nanti seorang kepala daerah dari Sumba.

Tahun 2013 lalu, Beny juga menjadi salah satu calon dalam Pilkada NTT. Saat itu, Beny perpasangan dengan Wilem Nope.

Terakhir adalah Adrianus Garu. Pria yang sering disapa Andre ini juga bukan orang baru dalam jagat perpolitikan NTT. Saat ini, Andre adalah anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) perwakilan NTT.

Di media sosial, sudah tersebar secara viral foto Andre Garu yang akan maju sebagai calon gubernur. Disebutkan, Andre akan maju melalui jalur independen.

Menengok Hasil Pilkada 2013

Tahun 2013 lalu, Pilkada Provinsi NTT diikuti lima pasangan calon. Mereka adalah pasangan Frans Lebu Raya-Beny Litelnony yang diusung PDI-Perjuangan dan koalisi; Esthon Foenay-Paul Tallo yang diusung Gerindra; dan Ibrahim Medah-Melki Laka Lena yang diusung Golkar.

Kemudian, pasangan Cristian Rotok-Paul Liyanto yang maju melalui jalur independen; dan Beny Kabur Harman-Wilem Nope yang diusung partai Demokrat.

Pilkada 2013 ini berlangsung dalam dua putaran. Putaran pertama digelar pada 18 Maret 2013.

Pada putaran pertama ini, dua pasangan calon jagoan dari Manggarai raya langsung keok. Bahkan masing-masing berada di posisi buntut dalam perolehan suara.

Dari 2.286.461 suara sah saat itu, pasangan Christian Rotok-Paul Liyanto hanya berhasil memperoleh 14,55% suara, atau berada di posisi keempat.

Sedangkan pasangan Beny Kabur Harman-Wilem Nope hanya memperoleh 10,61% suara. Pasangan ini berada di posisi kelima dari lima pasangan calon yang bertarung.

Berikut susunan perolehan suara pilkada NTT tahun 2013 putaran pertama:

  1. Frans Lebu Raya-Beny Litelnony: 681.273 suara (29,80 persen)
  2. Esthon Foenay-Paul Tallo : 515. 836 (22,56 persen) yang diusung Partai Gerindra.
  3.  Ibrahim Medah-Melki Laka Lena yang diusung Partai Golkar: 514.173 suara (22,49 persen).
  4.  Calon independen Cristian Rotok-Paul Liyanto :332.569 suara (14,55 persen).
  5. Beny Kabur Harman-Wilem Nope, yang diusung Partai Demokrat: 242.610 suara atau (10,61 persen)

Karena tak ada pasangan yang berhasil mendapatkan suara lebih dari 30%, pilkada pun digelar lagi. Pasangan yang berhak mengikuti putaran kedua adalah pasangan Frans Lebu Raya-Beny Litelnony dan pasangan Esthon Foenay-Paul Tallo.

Pada putaran kedua ini, pemilih dari Manggarai kehilangan dua putra terbaiknya. Saat itu, muncul banyak ungkapan bernada satir dalam bahasa Manggarai seperti “lout”, “lonto acu kat ga” dan lainnya yang artinya kurang lebih “hanya jadi penonton”.

Suka tidak suka, dalam praktik politik elektoral saat ini, primordialisme masih menjadi salah satu variabel dalam menentukan preferensi pemilih. Meskipun, secara ideal tentunya, rekama jejak, integritas serta visi dan misi calon-lah yang harus menjadi patokan utama, bukan aspek primodial.

Pilkada  gubernur NTT putaran kedua tahun 2013 pun  berhasil dimenangkan pasangan Frans Lebu Raya-Benni Litelnony dengan perolehan 1.067.054 suara atau 51,25 persen dari 2.081.942 total suara sah.

Sedangakn, pasangan Esthon L Foenay-Paul Edmundus Tallo yang diusung Partai Gerindra meraih 1.014.888 atau 48,75 persen dari total suara sah yang ada. (Ronald Tarsan/Pet/Floresa)

Advertisement

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan tulis komentar Anda!
Tulis nama Anda di sini