Dua Jembatan di Satarmese Barat Mubazir

0
447
Kondisi jembatan Wae Ntije (Foto: Sefry Jemandu/Floresa)

Ruteng,Floresa.co – Jembatan Wae Ntijo dan Wae Lomba di ruas jalan Denge menuju Wae Lomba atau Kampung wisata Wae Rebo, Kecamatan Satarmese Barat, Kabupaten Manggarai-Flores terancam mubazir atau tidak bisa digunakan.Pasalnya kedua jembatan tersebut tingginya mencapai tiga sampai empat meter di atas badan jalan.

Pantauan Floresa.co, Kamis(25/5/2016),jembatan Wae Ntije memiliki ketinnggian tiga meter di atas badan jalan. Jembatan ini sudah rampung dikerjakan.

Di sebelah timur pintu masuk jembatan ada tembok setinggi tiga meter yang menghubungkan jembatan utama dengan badan jalan. Sementara di bagaian barat jembatan tampak tembok penyangga tidak dikerjakan.

Jembatan yang masih baru tersebut masih kelihatan dibungkus dengan plastik warna hijau.

Di bagian utara jembatan tampak hanya dibangun satu tembok penyangga yang
menghubungkan jembatan utama dengan badan jalan.

Kondisi serupa juga terlihat di jembatan Wae Lomba. Jembatan ini memiliki ketinggian empat meter di atas badan jalan. Jembatan tersebut juga sudah rampung dikerjakan.

Kondisi Jembatan Wae Lomba di Satarmese Barat (Foto: Sefry Jemandu/Floresa)
Kondisi Jembatan Wae Lomba di Satarmese Barat (Foto: Sefry Jemandu/Floresa)

Namun, di pintu keluar menuju pos satu atau tempat rehat pertama para wisatawan menuju kampung Wae Rebo tampak tembok penyangga jembatan hanya sisi kiri utara saja yang dikerjakan.

Aleksander Ngadus, Ketua Adat Kampung Wisata Wae Rebo kepada Floresa.co, Kamis(25/5/2016) mengatakan jembatan tersebut baru selesai dikerjakan enam bulan lalu.

“Tetapi kondisi jembatan yang setinggi begitu kelihatannya tidak akan bisa dilewati oleh kendaraan,”ujarnya.

Menurut Ngadus, kelihatannya pengerjaannya asal-asal saja. Menurut Ngadus jembatan yang seharusnya tinggi empat meter ada di Wae Ntije karena sungai Wae Ntije merupakan kumpulan dari beberapa kali kecil.

“Jembatan Wae Lomba hanya butuh ketinggian tiga meter saja karena hanya merupakan gabungan satu sungai,”ujar Ngadus.

Ngadus berharap pemerintah Manggarai memperbaiki jembatan tersebut secepatnya supaya akses wisata ke Wae Rebo ke depannya mudah dan cepat. Saat ini, kata dia, jembatan tersebut hanya menjadi tontonan wisatawan. (Sefry Jemandu/Floresa)

Advertisement
BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan tulis komentar Anda!
Tulis nama Anda di sini