Warga Bima Klaim Sebagai Pemilik Ratusan Ribu Ekor Kerbau di Pulau Komodo

1
2875
Kuasa Hukum warga Bima, Haji Ridon (Foto: Sirilus Ladur/Floresa)

Labuan Bajo, Floresa.co – Warga asal Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mengklaim menjadi pemilik 192.545 ekor kerbau di Pulau Komdo, Kabupaten Manggarai Barat – Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kuasa hukum warga asal Bima, Haji Ridon, saat ditemui di depan Pengadilan Negeri Labuan Bajo, Senin 30 Mei 2016 kemarin mengatakan, ada migrasi kerbau asal Bima pada periode tahun 1990 hingga 2000 ke Pulau Komodo.

Migrasi kerbau itu, kata dia, merupakan akibat letusan gunung api Sangeang.

Letusan gunung itu, jelasnya, berdampak pada berkurangnya rerumputan yang menjadi pakan kerbau di dekat gunung itu. Selain itu, warga juga sudah menjadikan lahan di sekitar gunung itu sebagai perkebunan.

Akibatnya, kerbau bermigrasi ke Pulau Komodo.

“Untuk sementara, kerbau yang ada di Pulau Komodo, sesuai dengan tanda di telinga (mereka), itu milik warga asal Bima,”ujarnya.

Ia mengatakan, jumlah kerbau yang bermigrasi pada kurun 1990-2000 adalah 545 ekor, lalu kemudian berkembang biak menjadi 192.545 ekor.

Masalah klaim kepemilikan kerbau ini sudah masuk ke Pengadikan Negeri Labuan Bajo. Sidang perdana digelar pada Senin kemarin dengan agenda mediasi.

Perkara ini melibatkan warga Bima sebagai penggugat dan pihak Taman Nasional Komodo (TNK) sebagai tergugat.

Dalam agenda mediasi pada sidang perdana, warga Bima diwakili kuasa hukum. Hadir juga pihak TNK.

Salah seorang warga dari Pulau Komodo, Desa Komodo, Da’ami yang turut hadir menyaksikan agenda mediasi mengatakan, memang ada tanda potong pada telinga kerbau yang ada di Komodo.

Di telinga kanan potongannya berbentuk datar, sedangkan di telinga kiri potongannya berbentuk silang.

“Pernah warga asal Bima datang melihat ternak kerbau di Pulau Komodo dan warga tersebut mengatakan ini kerbau milik kami dari Bima. Katanya migrasi karena letusnya gunung api Sangeang,” ujarnya.

“Kalau kuasa hukum membutuhkan saya menjadi saksi, baik saksi di pemerintahan dan saksi di pengadilan. Saya siap menjelaskan keberadaan kerbau di Pulau Komodo,” lanjutnya. (Sirilus Ladur/Floresa)

Advertisement

1 Komentar

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan tulis komentar Anda!
Tulis nama Anda di sini