Tarian kolosal menyambut peserta TdF di Labuan Bajo, Senin 23 Mei 2016. (Foto: Ferdinand Ambo/Floresa)

Labuan Bajo, Floresa.co – Tour de Flores (TdF), kegiatan ajang balap sepeda internasional sudah sampai pada etape terakhir di Labuan Bajo, Senin 23 Mei 2016.

Kegiatan ini, menurut penyelenggara dilakukan untuk mengekspolorasi kekayaan wisata Flores. Dengan adanya kegiatan TdF, diharapkan potensi yang ada di wilayah Flores dikenal masyarakat luas.

”Kegiatan TdF menjadi pemberitaan di media luar Negeri dan media-media Indonesia. Antusiasme masyarakat cukup tinggi,hal ini membuktikan bahwa kegiatan ini menjadi trending topic,”ujar Menteri Pariwisata, Arief Yahya kepada Floresa.co di Labuan Bajo,Senin (23/5/2016)

Arief menegaskan, setelah melihat secara keseluruhan alam Flores, Pemerintah Pusat akan mengalokasikan total Rp 16 triliun untuk pembenahan kawasan penunjang wisatawan di daratan Flores.

Dana tersebut akan dialokasikan secara bertahap hingga tahun 2019. Rinciannya, Rp 8 triliun dari public investment dan Rp 8 triliun dari private investement.

“Public investment itu contohnya bandara, jalan, dermaga. Lalu,air bersih dan listrik. Sementara yang private, itu hotel, resort. Itu semua untuk daratan Flores,bukan hanya di Labuan Bajo,”ujarnya.

Menurut Arief penyelenggaraan lomba balap sepeda pertama di kawasan Flores ini berhasil. Acara ini, kata dia, juga menjadi momen pesta rakyat.

”Para Bupati dan Gubernur sangat mendukung bahwa kegiatan ini menjadi ajang tahunan,”ujarnya.

Yahya mengatakan Pulau Flores sudah ditetapkan menjadi destinasi utama wisata nasional. Ia menambahkan diharapkan pada triwulan ketiga tahun ini Badan Otorita Labuan Bajo Flores sudah ditetapkan oleh Presiden.

“Dengan adanya otorita ini pengembangan pariwisata di Labuan bajo sangat cepat,”ujarnya.

Ia mengaku pihaknya sudah melakukan pertemuan dengan Gubernur NTT dan delapan bupati sedaratan Flores untuk menetapkan leading sector di Flores adalah pariwisata. (Ferdinand Ambo/Floresa)