Deno Kamelus dan sejumlah Forkompimda Manggarai saat memantau kondisi jalan trans Flores. (Foto: Ardy Abba/Floresa)

Ruteng, Floresa.co – Pemerintah kabupaten Manggarai- Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelontorkan dana hampir mencapai Rp 700 juta untuk menyukseskan kegiatan penyambutan peserta kegiatan Tour de Flores (TdF). Peserta TdF diperkirakan akan tiba di Ruteng pada Minggu 22 Mei 2016.

Bupati Manggarai Deno Kamelus menegaskan, pihaknya mengeluarkan dana tersebut sebagai bagian dari partisipasi dalam hajatan balap sepeda internasional itu.

Ia menjelaskan total dana tersebut diperoleh dari pinjaman pemerintah daerah dan sebagiannya ada dalam Dokumen Pengguna Anggaran (DPA) untuk promosi wisata di Dinas Pariwisata Kabupaten Manggarai.

“Saya tangal 17 Mei lalu mengirim surat ke Kejaksaan Negeri Ruteng minta pertimbangan hukum untuk dua hal yaitu apakah saya bisa membuat utang atau menggunakan dana APBD sebelum penetapan APBD,”ujar Deno kepada sejumlah awak media Ruteng, Jumat, 20 Mei 2016.

Deno mengaku dana tersebut antara lain nanti digunakan untuk biaya sewa 300 lebih kamar hotel. Namun, uang sewa hotel ini nanti baru akan dibayar alias berutang dulu.

Deno mengaku sudah berkoordinasi dengan pemilik hotel terkait penginapan ini.

“Saya sendiri yang pergi minta ke pemilik hotel-hotel, restauran-restauran agar utang dulu, nanti baru dibayar,” kata Deno.

Sementara, kebutuhan lain dalam penyambutan peserta TdF di Manggarai akan menggunakan dana yang ada dalam DPA Dinas Pariwisata dan dipastikan dibayar cash.

Ia menambahkan, keuangan tersebut tidak ada urusan dengan event organizir (EO) sebab mereka hanya berurusan dengan pemerintah provinsi NTT. Hal tersebut berdasarkan keputusan bersama dengan sejumlah bupati dan gubernur NTT di Labuan Bajo, ibu kota kabupaten Manggarai Barat (Mabar) beberapa waktu lalu.

Di balik hajatan akbar ini, Deno mengharapkan agar menjadi media pengenalan sekaligus promosi daerah Flores khususnya Manggarai di mata internasional.

Sementara target jangka panjangnya, demikian ia menambahkan, dengan terpromosinya Flores maka diharapkan para tamu banyak mengunjungi daerah tersebut.

“Target pemerintah yaitu pariwisata bisa memberi kontribusi bagi pendapatan masyarakat, itu jangka panjangnya,” kata bupati yang berpasangan dengan Victor Madur itu.

Sementara itu, Wens Sene, Kepala Dinas Pariwisata Manggarai mengatakan, penyambutan peserta TdF di Manggarai tanggal 22 Mei nanti akan disuguhkan dengan serangkaian pementasan budaya.

Acara adat Manggarai tersebut misalnya ronda, tarian tiba meka (tarian adat terima tamu) oleh 100 personil, caci, dan kepok curu manuk kapu (acara adat penerimaan tamu).

Selain itu, kata Wens, selama makan siang pemerintah daerah akan menampilkan film-film dalam bentuk slide terkait obyek wisata, kuliner dan acar paki kaba congko lokap. Dan, pada malam hari para peserta TdF akan disuguhkan dengan tarian Sanda dan Mbata. (Ardy Abba/Floresa).