Baru Musim Panen, Sejumlah Petani di Lembor Mulai Beli Beras di Kios

0
234
Foto: Ilustrasi (Ist)

Labuan Bajo, Floresa.co – Musim panen padi baru saja dilakukan di wilayah Lembor, Kabupaten Manggarai Barat – Flores. Namun, di daerah yang dikenal sebagai lumbung beras NTT ini, sejumlah petani mulai tampak memebeli beras di pasar.

Hendrikus seorang petani yang dijumpai Floresa.co di Pasar Lembor pada Kamis 12 Mei 2016 mengatakan ia membeli beras lantaran tahun ini mengalami gagal panen akibat serangan hama.

“Saya sudah kembali membeli beras karena stok padi atau beras yang saya miliki tidak cukup untuk memenuhi kehidupan saya beberapa bulan ke depannya,”ujar pria yang enggan mengungkapkan nama lengkapnya ini.

Ia mengaku seminggu sebelum panen, padi di sawahnya diserang hama. Akibatnya, produksi yang biasanya lima ton per hekatare turun drastis menjadi hanya tiga ton per hektare. Atau turun mencapai 55%.

“Kami sedih dan hasil panen menurun sehingga saat ini mau tidak mau membeli lagi beras untuk kebutuhan sehari-hari,”ujarnya.

Pemilik Usaha Dagang Milenium, di Pasar Lembor, Viktorianus Korsin mengatakan sejak dua minggu terakhir memang sudah mulai tampak banyak lagi pembeli beras eceran.

“Satu bulan sebelumnya pembeli beras sepi karena petani baru selesai panen. Untuk saat ini dalam sehari beras yang laku sebanyak lima ratus kilo gram,”ujarnya kepada Floresa.co.

Viktorianus mengaku harga beras eceran  di kiosnya sebesar Rp 8.000 per kilogram. “Musim tanam kali ini memang hasilnya menurun karena serangan hama,”ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Marjuni, pmilik kios lainnya. Ia mengatakan memang pembeli beras masih tergolong sedikit, tetapi dalam beberapa hari terakhir trennya sudah mulai kelihatan meningkat.

Kondisi itu, kata dia, berbeda dengan sebulan sebelumnya dimana nyaris tak ada pembeli beras sama sekali.

“Memang pembeli beras masih belum ramai tetapi sekarang dalam satu hari bisa sampai dua karung beras eceran yang laku. Sebelumnya tidak ada pembeli beras. Biasanya kalau sudah ramai bisa sampai delapan karung beras yang laku dalam satu hari,”kata Marjuni.

Marjuni menjual beras eceran dengan harga Rp 9.000 per kilogram.

Untuk diketahui, sawah irigasi Lembor seluas sekitar 3.500 hektar yang biasanya dikerjakan dua kali dalam satu tahun. Selain dari pemerintah daerah setempat, pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian selalu memberikan perhatian terhadap petani sawah irigasi itu. (Sefry Jemandu/Floresa)

Advertisement

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan tulis komentar Anda!
Tulis nama Anda di sini