Beni Harman Dialog dengan Petani Kopi di Colol

0
607
Anggota DPR RI Beni Kabur Harman berdialog dengan petani dari empat di desa di Pocoranaka Timur, Rabu 4 Mei 2016 (Foto: Ronald Tarsan/Floresa)

Borong, Floresa.co – Beni Kabur Harman, Anggota DPR-RI menggelar dialog dengan masyarakat Colol tentang pembangunan desa seperti diamantkan dalam UU No 6 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Desa, Rabu 4 Mei 2016.

Kegiatan yang berlansung di kantor Desa Ulu Wae, Kecamatan Pocoranaka Timur itu dihadiri oleh puluhan masyarakat dari empat desa yaitu Desa Colol, Desa Ulu Wae, Desa Rende Nao dan Desa Wejang Mali.

Beni mengatakan dalam UU No 6 Tahun 2014 diberikan kesempatan kepada pemerintah desa untuk mendirikan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) agar bisa meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes) sehingga desa tersebut bisa mandiri.

BACA JUGA:

“Daerah Colol ini paling cocok untuk tanaman kopi, saya menyarankan kepada seluruh petani kopi agar merawat, melestarikan, serta meningkatkan produktifitasnya”,ujar poltikus Demokrat yang kini sedang mempersiapkan diri menjadi calon gubenur NTT itu.

“Tuhan telah menganugrahi tanah di Colol ini menjadi surganya kopi karena kopi Colol ini memiliki kekhasan tersendiri”,ujarnya.

Kornelis, mewakili para petani kopi Colol mengutarakan keluhannya terkait harga komoditas kopi yang tidak stabil.

“Kami kendala di pemasaran, seperti yang kita semua saksikan selama ini petani kopi colol tidak mampu memasarkan kopi dengan harga yang lebih bagus”ujar Kornelis.

“Mohon solusi dari Pa Beni untuk mencari investor agar kopi Colol bisa ditingkatkan kualitasnya sehingga harganya juga naik”, tambahnya.

Menaggapi itu, Beni yang juga Wakil Ketua Komisi III DPR RI itu mengatakan peluang untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas kopi di daerah ini cukup mudah.

“Saya akan mencari investor yang mau masuk di Colol bekerjasama dengan BUMDes untuk mengelolah kopi Colol menjadi basis kopi NTT”, ujarnya.

“Jangan biarkan sejengkal tanah kosong, tanamkan kopi sebanyak-banyaknya karena tanah ini cocok untuk tanaman kopi”,tambahnya.

Beni khawatir dengan semakin bertambahnya penduduk di Colol,lahan perkebunan kopi semakin sempit. Karena itu ia menawarkan solusi untuk membangun Rumah Susun (Rusun) di daerah itu agar lahan untuk perkebunan kopi tidak berkurang karena pemukiman warga.

Dalam kunjungan yang merupakan bagian dari masa reses ini,Beni juga telah membagikan 50.000 anakan pohon mahoni kepada masyarakat Manggarai termasuk 4 Desa di Colol tersebut. (Ronald Tarsan/Floresa)

Advertisement
BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan tulis komentar Anda!
Tulis nama Anda di sini