Dokter Elisabeth Frida Adur, Direktris BLUD RSUD Dr Ben Boi-Ruteng (Foto: Ardy Abba/Floresa).

Ruteng, Floresa.co – Pemadaman listrik secara mendadak oleh PLN Rayon Ruteng menyebabkan pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Ben Mboi Ruteng tergganggu, demikian kata pihak rumah sakit.

Karena itu, mereka meminta agar PLN memberi inforamasi terlebih dahulu sebelum melakukan pemadaman.

Pemadaman tanpa pemberitahuan yang terjadi selama beberapa pekan ini diakui pihak rumah sakit sudah menganggu aktivitas mereka, apalagi ini menyangkut nyawa manusia.

“Itu (pemadaman listrik serentak) sangat mempengaruhi kegiatan di rumah sakit,” kata Dokter Elisabeth Frida Adur, Direktris BLUD RSUD Ruteng.

Ia menyampaikan hal tersebut saat rapat tim Panitia Khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati tahun 2015 di DPRD Manggarai, Kamis, 28 April 2016.

BACA JUGA:

Di depan sejumlah anggota DPRD tim Pansus LKPJ tersebut, dokter yang biasa disapa Ida ini mengatakan, walau ada genarator set (genset) yang siaga dan dalam hitungan menit bisa nyala saat listrik PLN Ruteng padam, namun tetap saja tanpa pemberitahuan pasti akan menganggu aktivitas pelayanan pasien.

Ia juga sudah melayangkan surat permintaan pemberitahuan jadwal pemadaman ke PLN Ruteng, Bupati Manggarai dan pimpinan DPRD.

“Ketakutan saya, di rumah sakit kadang ada orang-orang lupa isi solar (untuk genset),” katanya.

Dijelaskannya, di RSUD Ruteng alat-alat yang membutuhkan listrik, antara lain laboratorium, alat operasi, kota-kotak bayi dan lain-lain.

“Jika listrik mati maka akan mempengaruhi kerja-kerja di laboratorium dan tentu hasilnya eror, juga di ruangan operasi dan oksigen untuk bayi-bayi dalam tabung,” jelasnya.

Mendengar keluhan Dokter Ida tersebut, Yoakim Jehati, anggota DPRD Manggarai meminta pemerintah daerah agar segera berkordinasi dengan pihak PLN Ruteng terkait upaya pemadaman listrik tersebut.

“PLN pasti tidak berani beritahukan jadwal pemadaman karena takut dimintai pertanggungjawaban,” katanya.

“Dari dulu mereka (PLN Ruteng) selalu memberikan alasan pemadaman karena manusia dan cuaca,” ujar anggota DPRD Partai Golkar itu kepada Floresa.co.

Terkait permintaan Dokter Ida, Yoakim mengatakan, mestinya pihak PLN Ruteng segera memperhatikan hal ini, mengingay menyangkut keselamatan pasien di rumah sakit.

“Bagaimana kalau mati listrik saat operasi? Pasti akan mengancam keselamatan jiwa pasien,” tegas Yoakim. (Ardy Abba/Floresa).