Salah satu siswa SMP Seminari Pius XII Kisol, peserta lomba story telling yang digelar pada Selasa, 26 April 2016. (Foto: Fr Oriol Dampuk)

Floresa.co – Menjelang Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2 Mei mendatang, Seminari Pius XII Kisol menggelar berbagai perlombaan yang melibatkan siswa SMP dan SMA di sekolah pendidikan calon imam itu.

Untuk SMP digelar lomba cerdas cermat pada Minggu, 24 April. Pesertanya adalah utusan dari siswa kelas VII dan VIII. Mereka dibagi ke dalam empat kelompok, di mana masing-masing kelompok terdiri dari empat orang.

Mata pelajaran yang diuji adalah mata pelajaran yang masuk daftar Ujian Nasional (UN). Hal ini bermaksud agar para siswa mampu menyiapkan diri secara lebih baik sebelum UN pada 9 Mei mendatang.

Lomba ini dengan tim juri Fr Franky Gare O.Carm, Fr. Kristo Selamat, dan Fr. Herman Agung berlangsung seru, di mana semua grup saling bersaing untuk menjadi yang terbaik.

Pada hari berikutnya, Senin diadakan lomba pop singer yang diikuti siswa SMP. Para penyanyi yang terdiri dari tujuh orang merupakan utusan dari kelas VII dan VIII SMP. Mereka – yang umumnya – baru tampil, membawakan lagu-lagu Manggarai, di antaranya Andi Brata dengan lagu Neka Paksa Bail, Inyo Hormat dengan Mata Leso, Yano Piora dengan Naca Ge, Mares Udu dengan Kolep, Trista Efendi dengan Pati Lingko, Riki Wanggu dengan Kopi Mane, dan Joy Jerau dengan Enu Deng Lipa Songke.

Panitia memilih lagu Manggarai dengan maksud agar para siswa tidak melupakan karya-karya kebudayaan lokal.

Para penyanyi debutan ini mampu menampilkan kualitas dan suara yang mumpuni. Meski grogi karena baru pertama kali bernyanyi, perjuangan mereka patut diapresiasi.  Mereka pun menerima setiap masukan yang baik dari juri, Kons Mbete, Fr. Benny Bnani SVD dan Berto Moscati.

Dari kegiatan ini, para seminaris mendapat pelajaran bahwa bakat dan kemampuan yang ada di dalam diri dan masih terpendam harus mampu diekpresikan dengan bebas.

Bakat itu tidak ‘dikubur’ karena hal itu merupakan karunia dan anugerah dari Tuhan.

Sementara itu, pada hari Selasa, giliran lomba story telling dan speech. Masing-masing kelas VII SMP mengutus 2 orang untuk  lomba story telling. Cerita yang dibawakan berupa kisah tentang kehidupan para binatang.

Para peserta mampu memaparkan cerita dengan sangat baik. Karena mampu menguasai cerita, mereka tidak grogi ketika bercerita di depan audiens. Mereka tampil dengan memukau berkat latihan yang terus-menerus sebelumnya.

Sementara untuk lomba speech, tema yang diusung adalah pendidikan di Indonesia.

Pesertanya adalah dari kelas X SMA. Mereka membawakan pidato dengan berapi-api dan penuh semangat.

Salah satu peserta lomba pidato yang digelar oleh Seminari Pius XII Kisol dalam rangka menyambut Hari Pendidikan Nasional, 2 Mei 2016. (Foto: Fr Oriol Dampuk)
Salah satu peserta lomba pidato yang digelar oleh Seminari Pius XII Kisol dalam rangka menyambut Hari Pendidikan Nasional, 2 Mei 2016. (Foto: Fr Oriol Dampuk)

Isi pidato menyentil berbagai macam hal seperti biaya pendidikan, mencintai budaya Indonesia, mengapresiasi tugas guru, pendidikan formal dan pemahaman diri siswa.

Materi-materi ini disusun dan dirangkum dengan bahasa yang lugas.

Dedi Habur, salah seorang peserta mengatakan, ia merasa senang dan puas dengan penampilannya.  “Kami juga belajar bagaimana mampu berkomunikasi dengan berbahasa Inggris dan mengungkapkan ide secara tepat”, tambahnya.

Para peserta story telling dan speech mampu menjawab pertanyaan dari tim juri yaitu Kons Mbete, Fr. Oriol Dampuk, Fr. Benny Bnani SVD dan Berto Moscati.

Selain berbagai perlombaan diatas, masih ada jenis lomba yang digelar Seminari Kisol tahun ini, yakni penulisan feature, opini, dan puisi oleh para siswa SMA.

Lomba penulisan opini dan puisi dilakukan oleh para siswa kelas X, sementara penulisan feature oleh kelas XI, dengan mengambil tema situasi selama mereka live in atau tinggal bersama umat di Paroki St Antonius Beokina. Live  in merupakan salah satu program seminari yang mengajak para siswa mengenal realitas sosial di tengah masyarakat.

Ketua rumpun seminari panitia Hardiknas, Diakon Lorens Gafur SMM mengatakan, semua kegiatan itu bertujuan untuk membangun dan memajukan pola pendidikan yang lebih baik.

“Para siswa mampu bersaing secara sehat dengan menunjukkan kemampuannya masing-masing”, katanya.

Sementara itu, Romo Silvianus Mongko Pr, Kepala Sekolah SMA mengatakan, selain berbagai perlombaan yang telah dilaksanakan, seminari juga akan mengadakan malam renungan Hardiknas dalam bentuk pementasan drama oleh siswa kelas X pada tanggal 1 Mei.

Selanjutnya, kata dia, dilaksanakan seminar ilmiah yang dibawakan oleh siswa kelas XI SMA dari rumpun IPA, IPS dan Bahasa pada tanggal 2 Mei 2015.

Seminar ilmiah ini juga akan diisi dengan pemaparan materi dari para siswa SMA Negeri 1 Ruteng, Manggarai. (Kontributor Fr Oriol Dampuk/ARL/Floresa)