Para siswa SMA Negeri I Cibal, Manggarai mengikuti ret-ret mempersiapkan batin menjelang UN (Foto: Ardy Abba/Floresa)

Pagal, Floresa.co – Sebanyak 241 siswa kelas tiga SMP Negeri 1 Cibal, Kabupaten Manggarai mengikuti ret-ret sebagai salah satu persiapan menghadapi ujian nasional (UN) yang dilaksanakan 9 April mendatang.

Bimbingan rohani yang dibawakan sejumlah biarawan dari paroki Pagal itu berlangsung di Pusat Ekopastoral Ordo Fransiskan, Selasa 26 April 2016.

Suasana sunyi karena bangunan itu berada di atas bukit dan di sisi timur berbatasan langsung dengan hutan negara membuat siswa tampak memusatkan pikiran untuk mengikuti retret.

Disaksikan wartawan yang mendatangi tempat ret-ret itu, berbagai materi rohani diberikan Pastor Andre Bisa OFM dan Pastor Eras Baum OFM.

Hary Mulyono, Kepala SMP Negeri 1 Cibal juga ikut memantau ret-ret. Selain itu, hadir pula Frans Gero, Kabid Kurikulum Dinas PPO Kabupaten Manggarai.

Hary dalam kesempatan tersebut mengatakan, pembinaan rohani untuk siswanya ini merupakan salah satu agenda UN mereka.

Kata dia, agenda retret masuk dalam agenda UN karena pihaknya memandang para siswa perlu menyiapkan mental dan rohaninya dalam menghadap momen penting ujian akhir.

“Retret sedang berjalan. Diadakan selama sepekan yang dibagi dalam dua gelombang, yakni putra dan putri. Sebanyak 241 siswa yang ikut UN tahun ini, ikut pembinaan rohani secara Katolik kerja sama dengan para pastor Fransiskan,” katanya.

Sebagai kepala sekolah, kata Hary, pihaknya memberikan apresiasi yang tinggi kepada Pemkab bersama Dinas PPO. Karena, dalam menempatkan pemimpin di sekolah, tidak melihat latar belakang suku dan agama.

Ia menyampaikan hal tersebut, sebab dirinya yang beragama Islam dipercayakan memimpin sekolah negeri yang siswa dan gurunya beragama Katolik.

Selama ini, kata dia, dirinya bisa melaksanakan tugasnya dengan baik karena pelbagai dukungan positif, termasuk dari orang tua siswa, para siswa dan masyarakat sekitar.

Sementara itu, di depan para siswa Frans Gero berpesan untuk fokus menyiapkan diri mengikuti UN dan menjaga diri dari hal-hal yang tidak baik.

Hal-hal yang bisa saja mempengaruhi antara lain, memakai handphone dan peralatan teknologi secara baik dan benar sehingga tidak merusak mental.

“Lalu, para siswa harus menjauhkan diri dari narkoba. Karena itu, pembinaan rohani ini penting sekali untuk bekal dalam menghadapi ujian dan hidup selanjutnya,” katanya. (Ardy Abba/Floresa)