Hari Kartini, Yayasan Tunas Jaya Ruteng Kampanye Perempuan Anti Korupsi

0
466
nfrensi pers SPAK di Ruteng, Kamis (21/4/2016) (Foto: Ardy Abba/Floresa).

Ruteng, Floresa.co – Yayasan Tunas Jaya Ruteng mengisi Hari Kartini yang diperingati setiap 21 April dengan mengkampanyekan gerakan perempuan anti korupsi.

Para karyawan dan relawan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) ini berkampanye dengan cara membagikan pin bertuliskan ‘Saya Perempuan Anti Korupsi (SPAK)’ di sekolah-sekolah, instasi pemerintah, dan kampus-kampus di kota Ruteng, ibu kota Kabupaten Manggarai-Flores, Nusa Tenggara Tenggara Timur (NTT).

Jeli Jehaut, Direktur Yayasan Tunas Jaya menjelaskan, selain dalam rangka Hari Kartini, pihaknya mensosialisasikan anti korupsi dalam sebagai hari ulang tahun kedua lembaga mereka.

Dalam konferensi pers di kantor yayasan tersebut di Ruteng, Kamis 21 April 2016, Jeli mengatakan, kampanye anti korupsi di Hari Kartini ini memiliki hubungan dengan isu yang menjadi perhatian Yayasan Tunas Jaya yaitu perempuan dan anak.

“Kami berkampanye ini lebih kepada tindakan preventif dan budaya anti korupsi harus dimulai dari lingkungan keluarga,” katanya.

Kata dia,  gerakan SPAK lahir karena ada keprihatinan terkait survei yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK( pada tahun 2012-2013 di kota Solo dan Jogjakarta, di mana menurut studi itu, hanya empat persen orang tua yang mengajarkan kejujuran pada anak-anak mereka. Padahal, kata Jeli, ketidakjujuran merupakan cikal bakal lahirnya korupsi

Relawan SPAK Manggarai (Foto; Ardy Abba/Floresa)
Relawan SPAK Manggarai (Foto; Ardy Abba/Floresa)

Ia menambahkan, di NTT termasuk Manggarai sendiri SPAK baru berumur satu tahun. Ia hadir bekerja sama dengan Yayasan Tunas Jaya mengkampanyekan perempuan anti korupsi.

Senada denga Jeli, Maria Susanti Pantur, agen perempuan anti korupsi di Manggarai mengatakan, semangat SPAK berangkat dari kesadaran bahwa perempuan merupakan pendidik utama dan pertama untuk anak dalam lingkungan keluarga.

“Target kami sosialisasi (terhadap) kaum perempuan PNS, ibu rumah tangga dan mahasiswi. Selama satu tahun, kami giat sosialisasi semangat anti korupsi tanpa didanai dan murni gerakan kemanusian,” ujar Maria yang adalah salah satu staf di Yayasan Tunas Jaya.

Ia mengatakan, pasca dibentukannya SPAK oleh KPK dua tahun lalu, di NTT yang baru terbentuk hanya dua kabupaten yaitu Kupang dan Manggarai.

“Sebenarnya target menjadi pengurusnya adalah istri para bupati di tiap kabupaten,” kata Maria. (Ardy Abba/Floresa)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan tulis komentar Anda!
Tulis nama Anda di sini