Bupati Agustinus Ch Dula (Foto: Ist)

Floresa.co – Berdiri di hadapan para pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) pada Rabu, 30 Maret 2016,  Bupati Manggarai Barat (Mabar), Agustinus Ch Dula tampak tidak bisa menahan marah.

Dengan nada tinggi, ia mengungkapkan kekecewaannya pada Floresa.co terkait berita-berita tentang dirinya.

Hal itu terekam dalam sebuah video yang dikirim salah seorang peserta yang hadir dalam acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kabupaten itu.

“Kalau ada maunya, omong. Apa maunya?,” katanya, sebagaimana terekam dalam video itu.

Ia menyatakan kekesalan, karena menurutnya, Floresa.co tidak mengindahkan permintaan Pemkab Mabar.

“Kita klarifikasi, tidak diberitakan. Jelas, ini mendiskreditkan orang. Saya minta dengan sangat, jangan ada mulut yang berbicara dengan mereka. Sangat merugikan,” tegas Dula.

Dula pun meminta komitmen pada pimpinan SKPD. “Sebaiknya bapak ibu sekalian komit untuk tidak membuka mulut dengan mereka,” tegasnya.

Dula menyebut contoh terkait pemberitaan tentang Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) miliknya, yang beberapa kali dimuat Floresa.co.

”Mengapa hanya SPPD Bupati saja yang ditulis? Kenapa tidak menulis juga SPPD kepala dinas dan DPRD,” katanya.

“Apa maunya? Kalau mau, ngomong! Jangan begini caranya!” tegasnya di hadapan hadirin yang diam menyimak pernyataan orang nomor satu di Mabar itu.

Ia pun menyatakan, kondisi ini tidak boleh dibiarkan agar tidak semakin menjadi-jadi.

“Sebelum Pilkada, memang saya biarkan. Tetapi, sekarang saya tidak mau diam lagi. Apa maunya, mari kita omong,” tegas Dula.

Sebelumnya, pada pekan lalu, melalui salah satu pimpinan SKPD, Dula memang meminta seorang reporter Floresa.co agar menemuinya di ruangan kerja.

Reporter Floresa.co menyatakan bersedia, namun dengan catatan, harus ada wartawan lain yang ikut serta.

Hal itu tidak disetujui kepala SKPD tersebut, karena katanya, itu perintah bupati.

Tetapi, kemudian, ia meminta waktu lagi untuk bertemu. Reporter Floresa.co tetap bersikukuh untuk ditemani wartawan lain, yang kemudian diiyakan oleh pimpinan SKPD itu.

Pada Rabu kemarin, ketika dua reporter Floresa.co datang ke kantor bupati untuk menemuinya, Dula kemudian memilih membatalkan pertemuan itu.

Pimpinan SKPD yang ia minta untuk menjadi penghubung dengan Floresa.co, sempat masuk ke ruangan Dula.

Ia kemudian keluar dan menyatakan, “beliau bilang nanti saja.”

Terkait klarifikasi pihak Pemkab Mabar yang disinggung Dula dalam pernyataannya, sudah dimuat pada Rabu kemarin, terkait persoalan SPPD.

BACA: Keberatan dengan Berita Floresa.co, Pemkab Mabar Sampaikan Hak Jawab

Dalam surat klarifikasi itu, Pemkab Mabar menuding Floresa.co menyebarkan kebencian karena menulis berita tidak berdasarkan fakta.

Namun, Redaksi Floresa.co menjelaskan, berita yang ditulis merujuk pada hasil wawancara dan rekamannya saat ini masih tersimpan.

Hingga kini, baru satu kali Pemkab Mabar mengajukan klarifikasi atau hak jawab atas pemberitaan, yakni tekait SPPD itu.

Ini sekaligus menjadi bantahan terhadap rumor bahwa ada beberapa hak jawab Pemkab Mabar yang tidak dimuat Floresa.co  (Ari D/ARL/Floresa)