Mart Sakeus bersama rekan-rekannya sedang menuntaskan lukisan di tembok sisi timur SMAK St Ignatius Loyola, Labuan Bajo. (Foto: Gregorius Afioma/Floresa)

Labuan Bajo, Floresa.co – Di sisi timur tembok SMAK St Ignasius Loyola, Labuan Bajo, seniman muda Mart Sakeus bersama rekan-rekannya menuntaskan sebuah lukisan.

Tampak gambar dua gitar, ditambah loudspeaker dan mic. Lukisan itu mengisi tiga meter dari tembok itu.

Kepada Floresa.co, Rabu 30 Maret 2016, Mart mengatakan, kegiatan itu berlangsung atas inisiatifnya sendiri.

“Saya minta izin di kepala sekolah SMAK dan dia menyepakatinya.”

Ia kemudian bekerja sama dengan Komunitas Teater Kejut dan pelajar SMAK St Ignasius Loyola.

Melalui kegiatan itu, Mart sebenarnya ingin mempromosikan Labuan Bajo Art Festival 2016 yang berlangsung bulan Agustus mendatang.

Dalam kegiatan itu, direncanakan akan ada pertunjukkan seni mural, instalasi, teater, puisi, video, lukisan, performance art, eco art, musik, Joak De Lawa dan lain-lain.

“Semua itu demi mewujudkan mimpi Labuan Bajo sebagai kota seni. Kita promosikan sejak saat ini melalui berbagai lukisan di sini,” imbuhnya.

Ketika ditanya, apakah ia akan melukis sepanjang tembok lima puluh meter itu, Mart enggan memastikannya.

Beberapa siswi SMAK St Iganatius Loyola juga ikut berpartisipasi dalam kegiatan melukis ini. (Foto: dok. Mart Sakeus)
Beberapa siswi SMAK St Iganatius Loyola juga ikut berpartisipasi dalam kegiatan melukis ini. (Foto: dok. Mart Sakeus)

Sejauh ini, ia melukis bermodalkan cat-cat warna miliknya sendiri. “Sepertinya tak cukup untuk melukis semua,” katanya.

Ia sendiri bersedia meluangkan waktu untuk melukis semua tembok itu. Hanya, ia mengharapkan donatur untuk penyediaan cat-cat warna.

Lewat akun Facebook-nya, Mart menulis, “sepuluh tahun kami targetkan Labuan Bajo menjadi salah satu bagian kota peradaban seni”

Menyadari itu sebagai hal yang tidak mudah, ia menambahkan, “ini adalah proses yang sangat panjang, tapi kami yakin ini akan terwujud.” (Gregorius Afioma/ARL/Floresa)