Salah seorang petani desa Nanga Baras saat memantau di lahan padi miliknya yang sudah kering (Foto: Ardy Abba/Floresa)

Borong, Floresa.co – Akibat musim kemarau berkepanjangan, lahan padi warga di Desa Nanga Baras dan sekitarnya di Kecamatan Sambi Rampas Kabupaten Manggarai Timur (Matim)- Flores, Nusa Tenggara Timur terancam gagal panen.

Padi yang pada umumnya di tanam di lahan kering di wilayah ini gagal berbunga lantaran hujan tak kunjung turun. Sebagian batang daun dan batang padi mulai kering akibat terik sinar matahari.

Para petani mengaku anomali pada musim tanam kali ini merupakan yang terburuk ketimbang sebelumnya. Hal tersebut disebabkan curah hujan tak menentu di luar perkiraan petani.

Menurut warga setempat, biasanya bulan Maret pada musim tanam sebelumnya hujan masih mengguyur sehingga padi yang ditanam di lahan kering tersebut bisa berbuah.

“Ini yang terburuk. Semua padi di lahan kami kering akibat hujan tak kunjung datang. Ini di luar dari biasanya. Kami gagal panen pak,” ujar Markus Abu, salah seorang petani asal Sambi Mese, Desa Nanga Baras kepada Floresa.co, Selasa 29 Maret 2016.

Markus memperkirakan hampir semua lahan padi warga di desa tersebut terancam gagal panen.

“Kami sangat sedih dengan kondisi ini. Padahal kami sudah mengeluarkan biaya yang cukup banyak untuk mengolah lahan kering ini agar bisa ditanami padi. Kali ini kami di sini diperkirakan mengalami bencana kelaparan hebat,” katanya.

Terpisah, Abraham Sapa, Kepala Desa Nanga Baras mengaku, tak hanya padi yang terancam gagal panen tetapi berbagai tanaman pertanian lain pun ikut kering lantaran kemarau panjang selama beberapa bulan terakhir ini.

“Secara otomatis, tanaman di lahan kering seperti jagung Solor, sayur mayur juga ikut gagal panen,”kata Abraham.

Melihat kondisi tersebut, ia sangat mengharapkan pemerintah lebih tinggi terutama Pemkab Manggarai Timur untuk menyaksikan langsung segala kerugian warga akibat musim kering tersebut.

“Minimal bisa membantu dan mencari solusi bersama atas keluhan gagal panen warga untuk meminimilizir dampak bencana kelaparan,” ujar Kades Abraham.

Kepala Dinas Pertanian Manggarai Timur Silvester Djerabat yang dihubungi via ponselnya belum merespon Floresa.co terkait bencana kekeringan yang melanda Desa Nanga Baras dan sekitarnya. (Ardy Abba/Floresa).