Ilustrasi

 

Borong,Floresa.co – Ratusan Warga Desa Sano Lokom dan Bangka Masa,Kecamatan Rana Mese,Kabupaten Manggarai Timur (Matim)-Flores,Nusa Tenggara Timur (NTT) mengeluh lantaran sudah hampir tiga minggu Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) Wae Musur yang berlokasi Desa Sano Lokom tidak berfungsi.

Akibatnya, dua desa itu, yang mendapatkan pasokan listrik dari PLTMH, terpaksa harus gelap gulita lagi.

Warga Sano Lokom,Stefanus Jehadir kepada Floresa.co,Senin 21 Maret 2016 mengatakan hingga hari ini warga masih menunggu kejelasan perbaikan PLTMH oleh Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Matim.

“Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral salah menempatkan tenaga teknisi untuk mengatur air di PLTMH. Ada empat orang yang digaji oleh Dinas Pertambangan dan Energi untuk mengatur air,tetapi keempatnya bukan orang yang paham soal PLTMH. Seharusnya Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral harus merekrut tenaga khusus yang mengetahui persis persoalan PLTMH,”kata Stefanus Jehadir yang juga mantan Kepala Desa Sano Lokom ini.

Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral Matim,Zakarias Sarong saat dikonfirmasi melalui telephone selulernya mengatakan tidak berfungsinya PLTMH karena ada kabel yang rusak, mesin pendingin yang tidak berfungsi serta mainboard pada alat pengontrol rusak. Peralatan yang rusak tersebut sudah dikirim ke Bandung-Jawa Barat untuk diperbaiki.

Dia mengatakan kabel, mesin pendingin dan mainboard pada alat pengontrol tidak dijual di wilayah Flores sehingga barang yang rusak itu dikirim ke Bandung untuk diperbaiki.

“Setelah sudah diperbaiki,nantinya ada tim teknisi dari Bandung untuk memantau semua mesin PLTMH tersebut,”kata Zakarias Sarong.

Terkait tudingan warga yang menyebutkan Dinas salah menempatkan orang, Zakarias mengatakan warga tidak paham soal PLTMH. Empat orang yang ditempatkan disana adalah tenaga untuk buka tutup air saja,bukan tenaga teknisi.

“Warga bersabar saja. Kita akan usahankan lebih cepat untuk memperbaiki alat yang rusak,”kata Zakarias Sarong.

Untuk diketahui, Proyek PLTMH Wae Musur menelan dana miliaran rupiah.Pemerintah Manggarai Timur melalui Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral berencana berencana menjual PLTMH ini kepada pihak PLN. PLTMH ini menerangi warga dua desa yakni Desa Sano Lokom dan Desa Bangka Masa.(Gerasimos Satria/PTD/Floresa)