Sebagian kondisi jalan menuju objek wisata Tujuhbelas Pulau di Riung (Foto: Sefry Jemandu/Floresa)

Labuan Bajo,Floresa.co – Kondisi jalan dari kota Bajwa, ibu kota Kabupaten Ngada – Flores menuju objek wisata 17 pulau di Kecamatan Riung cukup meprihatikan.

Pantauan Foresa.co pada Januari 2016 lalu, hampir di sepanjang jalan, mudah menemukan lubang yang cukup dalam dan lebar. Sementara itu, di sisi kiri dan kanan jalan, penuh dengan pohon dan rumput yang tidak ditebang atau dibersihkan.

Akibatnya, badan jalan menjadi sempit.

Bupati Ngada Marianus Sae mengatakan ruas jalan tersebut merupakan ruas jalan provinsi. Karena itu menjadi tanggung jawab Pemerintah Provinsi NTT yang saat ini dipimpin Gubernur Frans Lebu Raya.

BACA Juga: Jalan Menuju Objek Wisata Alam 17 Pulau di Riung Memprihatinkan

“Kalau Pemerintah kabupaten Ngada menangani jalan tersebut nanti dinilai mengintervensi gubernur dan takut menjadi temuan dalam audit Badan Pemeriksa Keuangan,”ujar Bupati Ngada Marianus Sae saat ditemui Floresa.co di Labuan Bajo, Minggu 20 Maret 2016.

Marianus meminta Gubernur Frans Lebu Raya memperhatikan kondisi jalan tersebut.

“Kami tidak bisa menangani masalah ruas jalan tersebut dan kalau kami menangani jalan tersebut nanti kami dinilai intervensi urusannya Gubernur,”ujar Marianus berulang.

Objek wisata 17 pulau di Riung merupakan salah satu destinasi wisata yang menarik di Flores. Luas kawasan ini mencapai 9.900 hektare, yang mencakup wilayah daratan dan lautan. Kawasan ini masuk dalam wilayah konservasi Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Kupang.

Selain alamnya yang mempesona, kawasan 17 pulai di Riung ini juga merupakan habitat Komdo, selain di Pulau Komodo dan Rinca di Manggarai Barat. Selain Komodo, di sini juga wisatawan bisa menemukan ribuan kalong yang bertengger di pohon-pohon yang di pulau tersebut. (Sefry Jemandu/PTD/Floresa)