Ibrahim Agustinus Medah

Floresa.co – Ibrahim Agustinus Medah, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Nusa Tenggara Timur (NTT) menyatakan menolak kebijakan pemerintah provinsi menyerahkan lahan di Pantai Pede kepada investor, PT Sarana Investama Manggabar (PT SIM) untuk pembangunan hotel.

PT SIM disebut-sebut sebagai perusahan milik politisi Golkar Setya Novanto, yang adalah rekan separtai Medah.

Medah menyatakan mendukung masyarakat Manggarai Barat memperjuangkan wilayah itu agar menjadi ruang publik.

“Saya mendukung penolakan masyarakat Manggarai Barat agar tidak menyerahkan Pantai Pede ke tangan invenstor,” ujar Medah yang juga anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dari daerah pemilihan NTT.

Mantan Ketua DPR NTT itu yang berbicara kepada para wartawan di Labuan Bajo usai mengikuti acara peluncuran PT Citra Sarijaya Migas, Jumat (18/3/2016) malam menegaskan, jika pesisir pantai tertutup, akses masyarakat pasti sulit dan kondisi itu  akan menimbulkan masalah di kemudian hari.

“Saya setuju andaikata Pemerintah Provinsi menjadikan Panti Pede sebagai ruang terbuka hijau agar masyarakat bisa mengakses pantai,” katanya.

Menurut Medah, saat menjadi ketua DPRD NTT ia tidak mengetahui secara rinci polemic Pantai Pede.

“Awalnya saya mengetahui bahwa Pemprov memberikan pantai ini untuk di kelola oleh investor. Belakangan baru saya tahu bahwa masyarakat menuntut Pantai Pede untuk dijadikan area publik,” katanya.

“Kita minta masyarakat membuat surat ke DPD, agar kami bisa membahasnya dengan gubernur,” tegasnya.

“Selain menyurati DPD, masyarakat juga kita minta buat surat ke DPRD provinsi,” lanjut Medah. (Ferdinand Ambo/ARL/Floresa)