Dokumen gereja juga menyebutkan beban yang harus dihadapi kaum muda dan pembinaan yang harus dilakukan secara serius:

“Kaum muda merupakan kekuatan amat penting dalam masyarakat zaman sekarang. Situasi hidup, sikap-sikap batin serta hubungan-hubungan mereka dengan keluarga mereka sendiri telah amat banyak berubah. Seringkali mereka terlalu cepat beralih kepada kondisi sosial ekonomis yang baru. Dari hari ke hari peran mereka di bidang sosial dan juga politik semakin penting. Padahal agaknya mereka kurang mampu menanggung beban-beban baru dengan baik” (AA 12).

“Hendaknya secara intensif diusahakan pembinaan kewarganegaraan dan politik, yang sekarang ini perlu sekali bagi masyarakat dan terutama bagi generasi muda, supaya semua warga negara mampu memainkan peranannya dalam hidup bernegara. Hendaknya mereka secara jujur dan wajar, malahan dengan cinta kasih dan ketegasan politik, membaktikan diri bagi kesejahteraan semua orang” (GS 75).

Dukungan hierarki gereja terhadap proses pendidikan politik OMK juga penting. OMK adalah bagian integral dari Gereja Katolik Indonesia. Karena itu, segenap unsur Gereja Katolik Indonesia secara khusus dewan paroki di bawah pimpinan Pastor Paroki, hendaknya melibatkan OMK dalam pengambilan keputusan khususnya yang menyangkut karya sosial-kemasyarakatan paroki.

Para gembala umat hendaknya mendampingi OMK yang sudah aktif dalam usaha penyadaran kemasyarakatan dengan spiritualitas Katolik dan Ajaran Sosial Gereja. Di tengah situasi dan kondisi politik negara kita yang cenderung membingungkan dan membuat kita pesimis, kita tetap harus menabur bibit-bibit pemimpin masa depan dan memupuk pimpinan-pimpinan kita saat ini agar tidak layu terhadap godaan.

Jangan biarkan harapan kita terhadap politik dan negara yang sehat padam, karena sumber harapan kita, Yesus Kristus, sang pemimpin sejati, selalu mendampingi.

Artikel ini merupakan karya kelompok diskusi Retorika, yang berada di bawah naungan SMA Seminari Pius XII Kisol, Manggarai Timur-NTT. Anggota kelompok ini antara lain Billy Wibisono, Harly Ampak Ren Marenda, Iren Putra, Kalva Lajur, Ari Suhardi, Krifin Hadut, Yhono Rundus, Sony Rafael, Edy Jeharum, Vendro Ambal dan Deri Dirmannus.