Kepala Desa Mata Wae saat di kantor PLN Labuan Bajo, Senin 14 Maret 2016

Labuan Bajo, Floresa-co – Japri, Kepala Desa Mata Wae, Kecamatan Sano Nggoang, Manggarai Barat – Flores, memarahi petugas di kantor Perusahan Listrik Negara (PLN) Rayon Manggarai Barat di Labuan Bajo, Senin 14 Maret 2016.

Japri datang ke kantor perusahaan seterum itu membawa tiga buah lampu Sehen miliknya. Kondisi ketiga lampu tersebut sudah rusak.

Namun, petugas PLN  meminta membayar Rp 300.000 untuk pemakaian selama enam bulan ditambah denda keterlambatan pembarayan iuran.

Diminta membayar sejumlah uang itu, Japri naik pitam. Dengan suara besar, ia menolak membayar iuran. Sebab, menurutnya lampu-lampu tersebut sudah tidak terpakai lagi karena sudah rusak.

“Saya marah karena lampu Sehen ini sudah rusak dan tidak dipakai sama sekali selama beberapa bulan terakhir,”ujarnya kepada Floresa.co.

Menurutnya, seharusnya lampu yang sudah rusak itu diganti atau diperbaiki oleh pihak PLN bukan malah menagih iuran bulanan.

Kepala PLN Rayon Mabar, Anton Wibisono meminta masyarakat untuk secepatnya membawa ke PLN bila lampu Sehen-nya rusak. PLN kata dia punya bengkel untuk memperbaiki lampu yang rusak itu.(Sefry Jemandu/PTD/Floresa)

Ralat Kamis 17 Maret 2016: Berdasarkan inforasmi dari pembaca, Japri bukan Kepala Desa Mata Wae, melainkan tenaga kontrak di Dinas Kehutanan Manggarai Barat. Redaksi Floresa.co meminta maaf kepada Kepala Desa Mata Wae atas kekeliruan ini.