Ilustrasi

Floresa.co – Potensi Manggarai Barat (Mabar) sebagai destinasi pariwisata sungguh besar. Sangat disayangkan, jika pemerintah lokal terus-menerus kurang tanggap.

Tidak perlu jauh-jauh membuktikan kenapa pemerintah dikatakan kurang tanggap. Cukup diterangkan kondisi dua lampu lalu lintas di kota itu.

Keduanya tidak berfungsi padahal letaknya di jalur menuju ke Bandara Internasional Komodo, pusat pemerintahan, kepolisian dan rumah wakil rakyat. Tiap kali melintas, terpaksa setiap pengendara harus ekstra hati-hati.

Persoalannya, meski kenyataan itu sungguh berbahaya dan (salah satu) letaknya hanya beberapa meter dari kantor bupati, namun tak ada yang peduli dengan itu.

Barangkali seperti pencuri baru disebut pencuri kalau tertangkap basah sedang mencuri, demikian pula soal lampu lalintas tersebut. Disebut bermasalah jika suatu saat terjadi kecelakaan.

Sikap masa bodoh demikian, jika terus dipelihara, bakal menjadi simpton dalam pembangunan di Mabar ke depannya.

Kita bisa membacanya mulai dari kenyataan sekarang ini. Berbagai persoalan muncul antara lain, persoalan privatisasi Pantai Pede, krisis air, pencaplokan wilayah pantai dan pesisir, ketiadaan rumah sakit, sengketa tanah dan lain-lain.