Para aktivis di Labuan Bajo menempelkan poster di belakang mobil yang ditumpangi Gubernur NTT Frans Lebu Raya. Poster dengan tulisan "Mr Governor, How Much Is Your Price?" itu merupakan ungkapan sinis terhadap Lebu Raya yang dianggap lebih memprioritaskan uang daripada kebutuhan warga akan ruang publik. (Foto: Facebook Kris da Somerpes)

Lebih dari itu, ketidakjelasan sikap Dula itu semakin terang-benderang dalam Pilkada kali lalu. Kemenangan Dula-Maria boleh dibilang tak luput dari dukungan Partai PDI Perjuangan. Dalam hal ini, dukungan Gubernur NTT, Lebu Raya sebagai kader Partai PDIP di Provinsi NTT adalah salah satunya.

Terbukti, selama masa kampanye, Dula-Maria hampir tak pernah membahas soal Pantai Pede ketika paslon lain gencar mempersoalkannya. Dula-Maria hanya membesar-besarkan soal pentingnya birokrasi yang ramah.

Melihat peta politik itu, ke depannya, tidak berlebihan jika sikap Dula cenderung mendukung privatisasi. Belenggu politik bisa menumpulkan taring Dula di awal pemerintahannya. Ia bisa saja mengabaikan kepentingan rakyat Mabar.

Dan, jelas juga bahwa berlarut-larutnya persoalan Pantai Pede karena dia bermain di wilayah abu-abu. Tidak jelas. (Redaksi)