Para uskup yang menghadiri pernikahan pasangan dari keluarga penguasa di Jakarta pada Sabtu (6/12/2016). (Foto: Forkoma PMKRI)

Sabda Tuhan Yesus mengingatkan semua orang akan posisi dari orang-orang miskin yang lemah, tak berdaya, menjadi voice of voiceless (Suara yang tak bersuara, karena sering suara mereka tidak didengarkan) dalam masyarakat.

BACA JUGA: Kontroversi 12 Uskup

Mengacu pada pada situasi orang miskin, sang Thelog Pembebasan mengajak  untuk solider dengan orang miskin. Solidaritas melawan berbagai struktur kemiskinan dan bentuk kemiskinan yang tidak berprikemanusiaan.

Di sini Gutierres membedakan antara kemiskisn Real-Material/, kemiskinan volunter dan kemiskinan spiritual.  Kemiskinan material yang riil, kekurangan akan pemenuhan kebutuhan dasar hidup manusia: Pangan, sandang, papan, kesehatan dan finansial. Juga kekurangan pelayanan public, diskriminasi gender dan  minimnya emansipasi. Situasi sosial yang menjadi sangat berbahaya bagi orang-orang miskin. Kemiskinan spiritual, membahasakan kekurangan iman akan Tuhan yang menjadi bagian dari hidup manusia.

Sedangkan kemiskinan voluntri dilihatnya sebagai bentuk ajakan untuk hidup bersama dan menjadi bagian dari keberpihakan dan pilihan Gereja untuk hidup bersama orang-orang miskin. Di sini juga, Gereja diharapkan mampu melawan berbagai bentuk dan sistem yang menekan orang-orang miskin.

Membebaskan kaum miskin dan orang-orang kecil, kaum marginal menjadi sebuah perjuangan yang belum pernah selesai dalam Gereja. Perjuangan butuh sebuah kerjasama yang humanis dengan mereka yang mampu menciptakan  pembebasan. Upaya pembebasan Sosial  dari belenggu hidup dan sistem sosial yang memasung dan mengancam eksistensi mereka, merupakan sebuah keberpihakan Gereja pula yang memiliki peran sosial dan religios dalam mencerdaskan kehidupan sosial, bermasyarakat dan bernegara.

Gereja meski mampu menempatkan dirinya secara benar dalam posisi orang-orang miskin agar mengalami dan mengerti situasi hidup-orang-orang miskin. Kemudian berusaha secara konkrit mencari jalan keluar yang menciptakan eksodus bagi orang-orang miskin. Keluar dari kemiskinan yang menhantui hidup.