Sawah masyarakat yang diserang hama belalang dan dilanda kekeringan (Foto: Sefry Jemandu/Floresa)

Narang, Floresa.co – Warga masyarakat yang memiliki lahan pertanian persawahan di Narang, Desa Hilihintir, Satarmese Barat resah dan cemas. Pasalnya persawahan mereka diserang hama belalang.

Pantauan Floresa.co, Sabtu (20/2/2016), sebagian areal persawahan tampak kering dan menguning akibat kemarau masih terjadi di wilayah tersebut.

Sebagian persawahaan memang tampak hijau karena malam hari masyarakat mengalirkan air ke areal persawahan secara bergilir.

Pemandangan lain, di areal persawahan yang hijau, kering dan menguning tersebut terlihat ribuan belalang terbang menghinggapi tanaman padi.

Hermanus Muliadi, salah satu pemilik lahan persawahan saat berbincang dengan Floresa.co, Sabtu(20/2/2016) mengaku cemas. Selain karena lahan persawahannya kering juga karena hama belalang yang mengerek tanaman padi.

“Walaupun saat ini musim hujan namun hanya di sebagian wilayah di Satar Mese saja. Tetapi di wilaya kami saat ini hujan belum turun,”ujarnya.

Muliadi mengakua sudah menyemprot hama belalang dengan pestisida.”Tetapi tiga hari kemudian belalang muncul lagi,”ujarnya.

Pilatus Jematur,warga lain menduga hama belalang disebabkan sistem penanaman padi yang tidak dilakukan serentak.

“Dulu di sini kami pernah terapkan seperti itu (penanaman serentak) dan hasilnya bagus,”tandasnya.

Ia juga menduga hama belalang ini terjadi karena tidak turunnya hujan. “Kalau terjadi hujan disertai banjir hama belalang hilang dan tidak ada,”ujarnya.

Jematur heran, biasnaya Januari-Maret di wilayahnya curah hujan sedang tinggi. Tetapi tahun ini lain.

“Kami minta pemerintah untuk mengajak masyarakat agar sistem tanam di areal perswahan secara bersamaan sehingga tidak terjadi hama seperti ini,”ujarnya. (Sefry Jemandu/PTD/Floresa)