Para petani di Pagal, Kecamatan Cibal, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT) menanam padi di sawah yang menggunakan pupuk organik (Foto: Ist)

Hal senada juga disampaikan Lodovikus Jerubu, petani asal Borong. Menurutnya, Pemerintah harus serius menangani kelangkaan pupuk jenis urea. Pemerintah harus sering-sering pantau di tempat pengecer. “Jika tidak ada pupuk, silakan ambil langkah lain untuk pemenuhan pupuk,”katanya.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Manggarai Timur, Donatus Datur saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya membenarka akhir-akhir ini terjadi kelangkaan pupuk urea di tempat pengecer.

“Benar memang ada kelangkahan pupuk urea di pengecer. Saya juga mendapat telepon dari petani mengaku tidak ada pupuk urea,”kata Don Datur.

Untuk mengatasi kelangkaan pupuk jenis urea, Donatus Datur berencana hari ini (Sabtu) akan menelepon direktur Harum Jaya selaku distributor pupuk di Manggarai Timur.

“Hari ini saya akan telepon pihak Harum Jaya untuk segera distribusikan pupuk ke pengecer. Pengecer kita ada tiga di Borong yakni Toko Dite dan KUD Borong Jaya,” katanya. (Gerasimos Satria/PTD/Floresa)