Anggota KESA dalam acara pelantikan pengurus baru periode 2016/2017 pada Sabtu, (20/2/2016) malam.

Yogyakarta, Floresa.co – Kelompok Studi Tentang Desa (KESA), salah satu kelompok yang merupakan kumpulan sejumlah mahasiswa asal Manggarai, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang sedang studi di Yogyakarta gelar pelatikan pengurus baru periode 2016/2017 pada Sabtu, (20/2/2016) malam.

Ada nama Polikarpus Dore Beda atau Kar yang dilantik menjadi ketua. Kar yang juga mahasiswa Ilmu Pemerintahan APMD ini akan menahkodai KESA selama setahun ke depan menggantikan Hilarius Arischy Hadur yang merupakan ketua periode sebelumnya.

Kar, dalam sambutannya mengharapkan agar kelompok yang digagas Evan Lahur, salah satu alumnus APMD Yogyakarta, menjadi lebih dari tahun sebelumnya. Maka, dia mengundang agar semua anggota bergandengan tangan membawa kelompok itu tetap dan menjadi lebih baik.

“Bantuan dan kerjasamanya adalah kebutuhan dan keinginan yang segera kita penuhi”, sahutnya di hadapan semua anggota yang hadir.

Selain itu, dibentuk pula divisi pemberdayaan perempuan. Divisi ini merupakan divisi baru dalam sturuktur KESA. Adapun ketuanya adalah Ermelinda Delima, mahasiswa ilmu komunikasi Universitas Pembagunan Nasional Veteran.

Dalam sambutannya, Ermelinda mengharapkan terbentuknya divisi pemberdayaan perempuan dalam kelompok tersebut, semakin banyak perempuan yang bisa aktif terlibat kelompok-kelompok sosial, seperti KESA.

“Kiranya dengan dibentuk kepengurusan baru ini, perempuan semakin diberdayakan sehingga bisa menjadi garda terdepan dalam menatap pembagunan nasional”, katanya.

Lalu, ada nama Kris syukur yang tetap mengendalikan divisi akademis.Selain itu,  dilantik pula beberapa anggota yang bertanggung jawab di masing-masing divisi. Ada Astra Tandang menempati divisi media dan publikasi serta divisi humas dibawahi Fanri Riandi.

Dalam kegiatan tersebut, turut hadir Ben Senang Galus, tokoh asal Manggarai yang tinggal di Yogyakarta. Dalam sambutannya, dia menyampaikan pesa agar mahasiswa Manggarai, khususnya KESA bisa menjadi model bagi mahasiswa lain.

“Mahasiswa Manggarai di Yogyakarta dan khusus bagi teman-teman KESA harus mampu hadir di tengah begitu banyak pergulatan masalah yang dialami mahasiswa sekarang dan KESA di harapkan hadir sebagai penawar solusi”, tuturnya. (Rino Goa/ARJ/Floresa).