Ilustrasi

Floresa.co – Bulog mendatangkan 15.000 ton beras ke wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk mengantisipasi kenaikan harga beras yang ada di provinsi berbasis kepulauan itu.

“Saat ini 15.000 ton beras sudah dalam perjalanan menuju ke Kupang dan ada kemungkinan besok atau lusa akan tiba di pelabuhan Tenau,” kata Kepala Bagian Humas Bulog NTT Oni Nawa kepada Antara di Kupang, Selasa (9/2/2016).

Ia menjelaskan tambahan 15 ribu ton beras itu akan mempengaruhi harga beras di pasaran yang akhir-akhir mengalami kenaikan bisa kembali normal.

Jumlah beras tersebut juga dipastikan akan bertahan selama dua bulan kedepan terhitung mulai Februari 2016 sampai dengan akhir Maret.

“Ini merupakan salah satu cara agar masyarakat bisa mendapatkan harga beras yang murah dari kita,” tuturnya.

Disamping mendapatkan 15 ribu ton beras pihaknya juga sudah mulai melakukan operasi pasar di sejumlah titik, baik di Kota Kupang maupun di beberapa daerah untuk membantu masyarakat membeli beras murah.

Harga yang ditetapkan saat dilakukannya operasi pasar khususnya untuk di Kota Kupang sendiri diberi harga Rp 8.200 per kilogram (kg), sementara untuk daerah di luar Kupang harganya bervariasi tergantung kesepakatan antara pemerintah daerah setempat dan Bulog yang melaksanakan operasi pasar.

“Kita sudah lakukan operasi pasar sejak 20 Januari 2016 lalu dan saat ini masih terus berjalan,” tutupnya. (Ari D/ARL/Floresa)