Lokasi wisata Liang Bua (Foto: Ist)

Ruteng, Floresa.co – Sudah belasan tahun, terhitung sejak 2001 sejumlah ahli melakukan penelitian di Gua Liang Bua, Kecamatan Rahong Utara, Kabupaten Manggarai- Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pada September 2003, memang ada penemuan homo floresiensis, manusia purba Flores oleh sejumlah pakar antropologi dari tim gabungan Australia dan Indonesia.

Terkait penemuan manusia purba itu, belakangan, tim gabungan Australia dan Indonesia kemudian menyimpulkan bahwa itu merupakan fosil yang berasal dari spesies bukan manusia.

Kesimpulan itu dikritik oleh peneliti lain yang dimotori oleh Teuku Jacob, ahli dari Universitas Gajah Madah (UGM). Menurut dia, fosil dari Liang Bua ini berasal dari sekelompok orang katai Flores, yang sampai sekarang masih bisa diamati pada beberapa populasi di sekitar lokasi penemuan.

Itu sebabnya, pada 2007 lalu tim peneliti dari UGM melakukan penggalian ulang.

Keberadaan peneliti yang hampir 10 tahun di lokasi itu tersebut membuat tanda tanya besar bagi warga sekitar.

Lantaran para peneliti tertutup dengan masyarakat sekitar, mereka menduga, ada yang tidak beres dengan kegiatan penelitian di lokasi yang berjarak kurang lebih 13 km arah utara kota Ruteng, ibu kota Kabupaten Manggarai itu.

“Patut kami duga para peneliti hanya mengambil kekayaan alam di Liang Bua untuk keuntungan pribadi mereka. Peneliti juga sangat tertutup dengan masyarakat,” ujar Fidelis Randut, warga Desa Liang Bua kepada Floresa.co, Sabtu (6/2/2016).