Gubernur NTT Frans Lebu Raya meluncurkan program beras miskin di Labuan Bajo, Jumat (5/2/2016). Foto: Sirilus Ladur/Floresa

Labuan Bajo, Floresa.co – Meski pemerintah kabupaten Manggarai Barat melalui Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) mengembalikan dokumen permohonan izin lingkungan PT Sarana Investama Manggabar (PT SIM), namun gubernur NTT, Frans Lebu Raya tetap ngotot merestuai perusahaan itu membangun hotel di Pantai Pede.

Penegasan Lebu Raya ini disampaikan ketika ditanya wartawan di sela-sela peluncuran beras miskin di Labuan Bajo, Jumat (5/2/2016).

Lebu Raya mengatakan pembangunan rencananya mulai dilakukan tahun ini.

Terkait penolakan masyarakat, politikus PDI-Perjuangan itu mengatakan, penolakan hanya dilakukan segelintir orang dan menurutnya tidak memwakili semua masyarakat.

“Saya sudah bertemu beberapa tokoh dan beberapa masyarakat Manggarai Barat untuk tetap membangun di hotel pantai Pede,”ujarnya.

Lebu Raya berlasan pembangunan hotel itu merupakan bagian dari pembangunan Mangggarai Barat.

“Sekali lagi yang menolak bukan mewakili masyarakat pada umumnya,”ujarnya.

“Yang menolak dari masyarakat mungkin ada argumentasi yang mendasar sehingga melakukan penolakan, pemerintah provinsi tetap membangun di pantai Pede, karena aset tersebut adalah aset milik pemprov”tambahnya.

BACA Juga: Kedok PT SIM Sudah Terbongkar?

Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat melalui Badan Lingkungan Hidup pada Senin (1/2) lalu sudah mengembalikan dokumen permohonan izin lingkungan yang diajukan PT SIM. (Sirilus Ladur/PTD/Floresa)