Salah satu titik longsor di ruas jalan Reo-Ruteng. Foto: Facebook Marselinus Berahi

Kepada sejumlah wartawan di Dampek Satar Padut belum lama ini, Anton Dergong, Kepala BPBD Matim mengungkapkan kerugian materil di tiga desa yang masing- masing berada di wilayah Lamba Leda Utara itu. Dia mengatakan rumah yang terendam banjir Desa Satar Punda Barat sebanyak 23 rumah dan ternak 12 Sapi hilang akibat banjir.

Selanjutnya di Desa Satar Padut, kata Dergong, sebanyak 132 rumah terendam banjir, sawah 60 hektar dan ternak sapi satu ekor dan kambing 2 ekor. Dan, desa Satar Kampas bencana banjir sudah menghilangkan kerbau 2 ekor dan 1 ekor sapi. Selain itu, sebanyak satu orang hanyut terbawa banjir di kabupaten Manggarai Timur, tepatnya di Sungai Wae Togong, Desa Nanga Baras, Kecamatan Sambi Rampas.

Selanjutnya di Manggarai sendiri, data sementara yang dihimpun beberapa di Reo, Kecamatan Reok terendam banjir. Selain itu beberapa areal pertanian warga terendam banjir.

Jalur Reo-Ruteng yang merupakan urat nadi transportasi ekonomi di Manggarai juga mengalmai longsor di sejumlah titik. Setidaknya, ada 20 lebih titik longsor yang besar.

Sementara di kabupaten Manggarai Barat selain bencana banjir dan longsor, terdapat dua orang korban meninggal akibat hanyut terbawa banjir. Itu terjadi di sungai Wae Laci Desa Wae Kako, Kecamatan Lembor, Kabupaten Manggarai Barat. (Ardy Abba/PTD/Floresa)