Polemik Kehadiran Pembuat Mukjizat di Pagal, Cibal

15
9274
Ilustrasi

Pagal, Floresa.co – Selama dua pekan terakhir, warga di Pagal dan sekitarnya di Kecamatan Cibal, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT) dihebohkan oleh kehadiran tiga pendatang yang dikabarkan berasal dari Solo.

Informasi lain, ketiga orang itu berasal dari daerah di lereng Gunung Merapi, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Tiga orang itu bukanlah orang biasa. Di Pagal, mereka mengobati sejumlah pasien dengan beragam jenis penyakit.

Ada yang datang ke Pagal karena diberitahukan kenalan, ada pula yang datang karena mendapatkan selebaran yang dibagikan kepada warga.

Dalam selebaran itu tertulis, “yang buta bisa melihat, yang tuli bisa mendengar, yang bisu bisa berbicara, yang lumpuh bisa berjalan”.

Informasi yang dihimpun Floresa.co, Rabu (27/1/2016), sejumlah sumber di Pagal mengaku, penyembuhan oleh ketiga orang tersebut seakan sebuah mujizat.

Bagaimana tidak, orang sakit bisa disembuhkan sekejap.

Selibertus Sarigosa, seorang warga asal Pagal, mengaku pernah datang sekali pada Sabtu akhir pekan lalu ke Pasar Bea Leba di Pagal, mengantar pamannya yang sakit. Di Pasar itulah, ketiga orang tersebut membuka pelayanan.

Sarigosa membenarkan bahwa ada yang sembuh usai diobati tiga orang itu.

“Memang ada orang yang sembuh. Waktu itu ada orang lumpuh. Waktu datangnya digendong, waktu pulang dia bisa jalan sendiri,”  kata Sarigosa.

Advertisement
1
2
3
4
5
BAGIKAN

15 Komentar

  1. bgusnya floresa langsung wawancara pasiennya,sehingga kebenaran pengobatannya terbukti atau tidak.

  2. Benar benar memperdaya masyarakat dengan pengobatan gratis, hati hati dengan kedok tsb, aparat terkait turun tangan, utk meneliti, jgn sampai banyak makan korban, yg menjadi pertanyaan kok bisa diijinin berdasarkan surat polisi dari solo, sementara yg bersamgkutan ada di wilayah cibal yg nota bene wilayah polres manggarai.

  3. Hati2 dgn kehadiran nabi2 palsu. Setan juga dpt mengadakan mukjizat.

  4. Anjuran ntuk masyarakat cibal seluruhnya..waspadalah dan berjagalah sebah penipuan atas nama lembaga sdah meraja lela..entahlah. Kita klaim mukjizat. Tpi, seprti apa prosedur dan impaknya..

  5. wadoh… pak camat,… ole… polres solo tidak punya wewenang hukum di wilayah polres manggarai kah.

    kalau pak camat nya gampang di tipu maka kasihan rakyatnya

    manggaraiku semoga engkau kelak tak lagi gampang di bodohi

  6. Floresa.co memang menjadi sumber berita yang terpecaya untuk orang manggarai di tanah rantauan. Tetap kritis dan independen

  7. Komentar:Adoh knp masyarakat cibal cpt terpengaruh olh masukan2 yg menyesatkan…ksian di tipu trs n tdk percaya Tuhan lbh percaya nabi2 plsu yg mnyesatkn mereka

  8. pak camat pak camat ee..yg walaupun mereka punya ijin dari kepolisian solo ya harus tetap koordinasi dgn polres manggarai..hati2 loh pak byk gerakan aneh di indonesia skg ini..

  9. Satu pertanyaan .kemana toko penting pagal bealeba dan kuwu. Ko orang yg dekat greja ko diam aja ?? Dimana pastor setempat. Dimana lurah setempat . Ko di biarin orang membodohi masarakat mu. Woeee.

  10. sebab mereka tahu, org2 manggarai gampang ditipu krn suka yg serba instan dan gratis. sehingga target marketnya cucok. polisi biasanya tunggu penindakan setelah terjadi korban, ogah dengan pencegahan. kasihan pak camat sikap cuek tdk mau repot.

  11. Nanti kalo si penymbuh balik ke solo, semua penyakit yg sudah sembuh kembali lagi… seperti kejadian diReo bbrapa thn yg lalu…

  12. Pihak Pemerintah mulai dr RT harus peka m pro aktif agar korban tdk berjatuhan lg,sayang sekali

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan tulis komentar Anda!
Tulis nama Anda di sini