PMKRI Kecam Oknum Polres Mabar yang Serang Siswa SMK Stella Maris

0
1253
Para siswa SMK Stella Maris hanya bisa menyaksikan para polisi yang bertindak sesuka hati di wilayah sekolah mereka saat terjadi penyerangan pada Sabtu (23/1/2016). (Foto: Facebook Stefan Rafael)

Floresa.co – Peristiwa pemukulan dan penyerangan siswa SMK Stella Maris di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat – Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) oleh okunum polisi bernama Erlando Sabo dan sejumlah rekannya mendapat kecaman dari Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI).

Marsel Gunas, salah satu anggota presidium Pengurus Pusat PMKRI mengatakan, aksi Erlando menunjukkan sikap arogansi aparat penegak hukum terhadap masyarakat sipil.

Ia kecewa karena oknum polisi menggunakan atribut negara dan kewenangan yang dimilikinya untuk menghakimi warga sipil, apalagi korbannya adalah anak sekolah dan kejadian itu berlokasi di ruang kelas saat sedang berlangsung kegiatan belajar mengajar.

Tindakan mereka,  jelas Marsel,  kontraproduktif dengan visi kepolisian RI, yaitu, terwujudnya pelayanan keamanan dan ketertiban masyarakat yang prima, tegaknya hukum dan keamanan dalam negeri yang mantap serta terjalinnya sinergi polisional yang proaktif.

Ia juga mengatakan, apa yang terjadi di Mabar hanyalah satu dari berbagai kasus arogansi yang pernah terjadi sebelumnya.

“Secara umum, kasus yang mencerminkan arogansi polisi terhadap sipil sering terjadi di Manggarai Raya,” ujar Marsel kepada Floresa.co, Senin (25/1/2015).

Menurutnya, tahun 2013 lalu, tindakan represif anggota polisi pernah terjadi di Ruteng, Manggarai, terhadap seorang penjual kayu bakar keliling, bernama Yosep Jempaut.

Advertisement
1
2
BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan tulis komentar Anda!
Tulis nama Anda di sini