Boni Hargens

Floresa.co – Boni Hargens, salah satu akademisi asal Manggarai – Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) dilantik pada Selasa (26/1/2016) menjadi komisaris Kantor Berita Nasional (KBN) Antara.

Pelantikan Boni berdasarkan Surat Keputusan Menteri BUMN Rini M Soemarno Nomor: SK-19/MBU/01/2016 tertanggal 23 Januari 2016 Tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Anggota-Anggota Dewan Pengawas Perum LKBN Antara.

Dalam surat keputusan itu, Menteri BUMN memberhentikan Mustafa Hadi Djuraid, yang kini menjabat Staf Khusus Menteri Perhubungan, Ignasius Jonan

Terkait tugas ini, Boni Hargen menyatakan bertekad membangun Antara menjadi public relation (PR) bangsa dan negara.

Antara, kata dia, bukan menjadi corong pemerintah, tetapi menjadi corong bangsa dan negara.

“Maka sumber daya manusia (SDM) harus segera dibenahi. Jangan ada lagi wartawan yang sudah pensiun namun dikontrak lagi,” ujar Boni.

Boni yang juga Direktur Lembaga Pemilih Indonesia (LPI), mengatakan, teknik jurnalistik dan telekomunikasi penyebaran berita, berkembang sangat cepat.

Maka, jelasnya, hanya kualitas SDM yang bisa membuat Antara tetap eksis dalam persaingan.

Menurut Boni, Antara tidak boleh jadi katak dalam tempurung, tetapi harus belajar dari kemajuan kantor berita negara lain seperti Bristish Broadcasting Corporation (BBC) di Inggris, atau Voice of Amerika (VoA) di Amerika.

“BBC dan VoA sudah menjadi kantor berita kelas dunia, bukan lagi hanya melayani berita di negerinya sendiri, tetapi juga memenuhi kebutuhan konsumen di seluruh dunia,” ujar Boni.

Boni, yang merupakan alumni SMP-SMA Seminari Pius XII Kisol dan menyelesaikan studi S1 di Universitas Indonesia, dikenal sebagai pengamat politik nasional yang kerap tampil di media massa.

Selain menjadi dosen dan pembicara di berbagai seminar, ia juga kerap menulis, tidak hanya di media seperti Kompas, tetapi juga menulis sejumlah buku, terkait tema politik, demokrasi dan kekuasaan. (Ari D/ARL/Floresa)