Nabit: Deno Terpilih Karena Curang

5
7233
Herybertus GL Nabit

Jakarta, Floresa.co – Herybertus GL Nabit, pemohon dalam perkara sengketa Pilkada Manggarai, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) tampak tidak bisa menerima putusan Mahkamah Konstitusi (MK) pada hari ini, Senin (25/1/2016) yang menolak gugatannya.

Ia mengatakan, terpilihnya pasangan Deno Kamelus-Victor Madur (Deno-Madur) sebagai bupati dan wakil bupati Manggarai adalah karena curang.

“Mau komentar apa lagi. Saya kira bupati Manggarai yang terpilih periode 2015-2020 merupakan bupati yang terpilih dengan berbagai kecurangan yang tidak terselesaikan”, tegas Nabit saat diwawancarai Floresa.co usai sidang pembacaan putusan di MK.

Nabit yang ditemani isterinya, menambahkan, putusan hakim MK tidak menyentuh persoalan rill yang terjadi dalam proses Pilkada Manggarai 2015.

Persoalan-persoalan tersebut, jelasnya, tidak pernah dibahas dalam tiga tahap persidangan yang telah berlangsung.

Selama proses sidang di MK, Nabit memang menaruh curiga pada independensi majelis hakim MK, terutama hakim Patrialis Akbar.

“Mungkinkah Hakim MK bersikap tidak independen dalam memeriksa, mengadili dan memutuskan perkara ini mengingat salah satu hakim yang menyidangkan permohonan ini (Patrialis Akbar) adalah mantan politisi dan anggota DPR RI dari Partai Amanat Nasional (PAN)?” tulis Nabit dalam sebuah pernyataan tertulis berjudul “Mencari Keadilan Substantif di Antara Independensi Hakim” yang ia serahkan ke MK dan dibagikan kepada publik usai sidang 12 Januari lalu.

Advertisement

5 Komentar

  1. Apakah laporan money politic di Golo Worok dan Cibal bukan kecurangan? Lalu merayakan HUT di rumah bersama pendukung dari berbagai kampung kemudian memberikan uang jalan waktu mereka pulang.
    Orang yg tidak berjiwa besar selalu demikian. Kalau menang: “Suara Rakyat Suara Tuhan” tapi kalau kalah: “pihak lawannya main curang” atau “hakim tidak adil”.

  2. koq bisa ya yang melakukan money politic timnya, lalu karena kalah menuduh tim yang menang melakukan kecurangan wah wah wah… type orang ini cocoknya hidupnya dihutan sy sependapat dengan Rm.Kasmir… Orang yang tidak berjiwa besar… untung dia kalah kalu tidak bagai mana cara dia memimpin rakyat dengan cara keangkuhanya ini…Ya Tuhan Ampunilah dia Ya Tuhan….terima kasih amin….

  3. sya jga sependapat dengan Rm. Kasmir,,,Jangan salahkan rakyat kalau ada yang tidak berhasil dalam pertarungan politik, tapi kedewasaan pribadi dan berpolitik sangat menentukan keberhasilan sang figur,,,,,sebenarnya sehhh,,,klo udah gak berhasil coba direfleksikan teknis berpolitikknyaa,,,,,hal ini akan menjadi lebih baik bagi sang figur bilamana suatu saat ada kesempatan lagi,,,,,,dan,,, satu catatan saya buat orang yang tidak berhasil dalam pertarungan pada pilkada manggarai saat ini, agar kedepannya; janganlah lupa merangkul semua Pemimpin masa di setiap wilah kabupaten manggarai, dan pilihlah tim sukses yang profesional dan benar-benar merupakan figur dalam suatu wilah targetnya.

  4. Kayaknya para calon pemimpin di Manggarai sebaiknya dibekali dengan kemampuanyang mumpuni tentang fair play sebelum bertarung dalam memperebutkan kursi menjadi orang nomor satu di tanah kuni agu kalo. Dengan demikian ketika ia kalah dalam pertarungan ia akan menerimanya dengan lapang dada tanpa harus membuat banyak dalih dan menuduh sana sini.

  5. Pak Heri kalah. Barangkali memang tdk pantas memimpin Manggarai. Petarung sejati mengakui kemenangan lawan.

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan tulis komentar Anda!
Tulis nama Anda di sini