Terkait Masalah Pacar, Oknum Polres Mabar Masuk Ruang Kelas dan Gebuk Siswa SMK Stella Maris

6
14375

Floresa.co – Oknum polisi di Polres Manggarai Barat (Mabar) – Flores bernama Erlando Sebo dilaporkan menganiaya siswa SMK Stella Maris Labuan Bajo pada hari ini, Sabtu (23/1/205).

Oknum tersebut masuk ke ruang kelas saat sedang terjadi kegiatan belajar mengajar (KBM), sekitar pukul 10.00 Wita.

Kejadian itu membuat seluruh siswa mengamuk dan melakukan perlawanan terhadap Erlando.

Informasi yang dihimpun Floresa.co, guru yang berusaha melarang oknum tersebut masuk kedalam ruang kelas  hampir mendapat pukulan.

Adrianus Hamu, siswa kelas 3 SMK Stella Maris, salah satu yang mendapat pukulan menuturkan, saat istirahat siang, dirinya ditanya Erlando.

Erlando merupakan kakak dari Renold, salah satu siswa yang juga mengenyam pendidikan di sekolah tersebut.

“Dia tanya saya, siapa yang bernama Viki? Saya menjawab, ‘tidak tahu,’” kata Adrianus.

Kemudian, Erlando masuk ke dalam kompleks sekolah dan bertemu dengan Renold.

Renold kemudian diminta untuk segera memangil Viki, yang bernama lengkap Viktor Sirjondo Gontar.

Sejumlah guru dan siswa SMK Stela Maris menyebutkan, pada saat Erlando bertemu Viki, ia langsung memegang tengkuk dan kerah baju, sambil mengajukan pertanyaan.

Advertisement
1
2
3
BAGIKAN

6 Komentar

  1. Tindakan dari aparat polisi seperti ini amat sangat disayangkan.mereka yang seharusnya melindungi masyarakat malah menjadi pembuat masalah bagi masyarakat. Mereka bertingkah seperti orang yang sudah kehilangan akalnya.amat sangat prihatin dengan para polisi ini…p(-_-) p(-_-) p(-_-) p(-_-) p(-_-) p(-_-)

  2. Inikah polisi yg bisa mengawasi masyarakat..??
    Inikah polisi yg bisa mengayomi masyarakat..??
    Inikah polisi yg bertindak tegas tanpa mempertimbangkan HAM…??

  3. oknum polisi ini ….memang ngga tau diri….yg katanya pengayom ko melakukan tindakan brutal tfk sesuai dgn moto kepolisian. ….ironis…harus di usut tuntas…..bila perlu di berhentikan dari kepolisian……

  4. MEMALUKAN, polisi yang seharusnya menjadi pengayom masyarakat malah menjadi pengacau di masyarakat.

    Mohon noknum tersebut dididik lagi.

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan tulis komentar Anda!
Tulis nama Anda di sini