Petani di Manggarai Timur Khawatir Bersaing di Era MEA

0
600
Membajak sawah dengan kerbau, teknologi pertanian tradisional masyarakat Manggarai yang masih terjaga saat ini. (Foto: Facebook)

Benteng Jawa, Floresa.co – Sebagian petani di Desa Golo Munga, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur, Flores – NTT mengaku khawatir menghadapi persaingan dalam Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang mulai berlaku 1 Januari 2016.

Damianus Rion, petani asal Golo Pau, Desa Golo Munga, Kecamatan Lamba Leda mengatakan petani belum memiliki pengetahuan yang cukup soal MEA.

“Selain kami tidak sekolah, hasil pertanian kami juga akan sulit bersaing, karena kurang bermutu”ujarnya saat ditemui Sabtu (9/1/2016).

Terpisah, Siprianus Beldi, Tokoh Masyarakat asal Langkas, Desa Compang Deru, Kecamatan Lamba Leda mengaku pesimis menghadapi era persaingan baru ini.

“Karena yang bersaing adalah SDM (Sumber Daya Manusia), SDA (Sumber Daya Alam), dan kualitas produk pertanian, oleh karena itu secara keseluruhan Petani Manggarai Timur sulit untuk bersaing” jelasnya.

Ia menuturkan, jangankan mendorong sektor pertanian agar lebih berkualitas, Pemerintah Manggarai Timur tidak pernah sosialisasi terkait MEA yang mulai berlaku tahun ini. Padahal sektor pertanian merupakan salah satu sektor yang terbuka dalam era perdagangan masyarakat ekonoi Asean ini.

“Para petani seharusnya didukung dengan alat pertanian modern untuk meningkatkan produksi pertanian tersebut, dan melakukan sosialisasi kepada masyarakat bagaimana upaya meningkatkan kualitas produk pertanian”,tandasnya.

Ia berharap kepada Dinas Pertanian Manggarai Timur, untuk turun ke masyarakat adat memberikan sosialisasi terkait meningkatkan produksi pertanian di Manggarai Timur. (Ronald Tarsan/PTD/Floresa)

Advertisement
BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan tulis komentar Anda!
Tulis nama Anda di sini