Dirut RSUD Ben Mboi Ngamuk di Puskesmas Labuan Bajo

35
14221
Tulisan di depan ruang Unit Gawat Darurat Puskesmas Labuan Bajo, Manggarai Barat - Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). (Foto: Ferdinand Ambo/Floresa)

Labuan Bajo, Floresa.co – Elisabeth Frida, Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ben Mboi Ruteng mengungkapkan kekecewaannya pada pelayanan petugas medis di Puskesmas Labuan Bajo, Manggarai Barat (Mabar) – Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pada Minggu (3/1/2016) malam, Elisabeth mengamuk karena anaknya yang bernama Tresi tidak mendapat pelayanan dari dokter di Puskesmas itu, setelah menunggu selama kurang lebih empat jam.

Malam itu Tresi – yang merupakan mahasiswi kedokteran sebuah universitas di Surabaya – hanya diinfus, tanpa didiagnosa oleh dokter yang mendapat tugas jaga, yaitu Dokter Yoan.

Meski malam itu bertugas, Yoan tak berada di tempat.

Ia beberapa kali ditelepon oleh perawat, namun tak merespon. Ia ditengarai sedang tidur.

Karena tak mendapat respon saat ditelepon, perawat pun mendatangi rumah Dokter Yoan yang kebetulan tak jauh dari Puskesmas.

Lama menunggu, keluarga Tresi pun mencoba  ke klinik St Yosefa. Tetapi Tresi tetap berada di Puskesmas.

Namun, malangnya, sampai di klinik tersebut, mereka hanya menjumpai papan pengumuman yang menginformasikan bahwa sejak 20 Desember 2015 tak ada lagi pelayanan dokter di klinik tersebut.

Keluarga pun kembali ke Puskemas Labuan Bajo.

Sekitar pukul 00.20 Wita, orang tua pasien mulai kehilangan kesabaran.

Pasalnya, Dokter Yoan belum juga nongol di Puskesmas.

Advertisement
1
2
3
BAGIKAN

35 Komentar

  1. Amat sangat disayangkan perilaku dokter serpti ini. kata “Pelayanan” hanya semboyan belaka bagi beliau. Sebagai masyarakat awam, kami menilai kira-kira demikianlah perilaku para dokter di Manggarai umumnya. Masih ingat kejadian beberapa tahun lalu, seorang anak pasien RSUD Ruteng yang mengamuk karena orangtuanya tidak mendapat pelayanan dokter selama sehariaan. Sekarang, anak dari seorang dirut RSUD Ben Mboi Ruteng yang mengamuk ke dokter Puskesmas. Memang beginikah pelayanan RSUD dan Puskesmas di Manggarai? Sangat mempriatinkan. Semoga saja ada perubahan soal pelayanan kesehatan bagi masyarakat Manggarai di masa-masa yang akan datang.

  2. Sebenarnya sama saja, di RSU BEN MBOI RUTENG Juga sebaliknya, pelayanan terhadap pasien BPJS DAN NON BPJS, jika ditanya pasien BPJS, pelayananya sangat lamban dibandingkan dengan Non Bpjs, Rumah sakit tempat orang untuk menyembuhakan penyakit, bukan untuk menambah penderitaan orang, beban psikologis keluarga yang menderita harusnya di hibur melalui pelayanan yang baik, tanggap dalam menangani masalah yg dialami pasien, trampil dan cekatan sesuai dengan yang diajarkan dialmamater tempat belajar perawat, bidan maupun dokter, ingat belajar komunikasi efektif, dokter, perawat, bidan dan pasien, komunikasi empati, pasien dihibur, bukan di tambah penderitaan

  3. Sy pnh PTT di puskesmas Labuan bajo sjk mei 2005 – 2007..tp tdk pnh bertindak tidak melayani. Setiap jadwal on call hp slalu aktif, tdk pergi jauh2. Dan saat tidur pun siap dibangunkan. Bahkan saat sy hrs pindah tinggal di asrama polisi, sy setir sendiri ke puskesmas bahkan dlm kondisi hamil anak pertama.
    6 bln lalu pun sy kembali berlibur ke labuan bajo, kebetulan suami sy tergigit lionfish saat berenang di pulau kelor. Sy bawa ssuami ke igd puskesmas labuanbajo, dan maaf krn dokter blm dtg akhirnya sy instruksi ke perawat yg dinas utk pasang infus dan memberikan injeksi anti inflamasi dan antihistamin. Tidak lama stlh tindakan dr.jaga datang, sy smpkan permintaan maaf krn sy lgsg lakukan tindakan.
    Jd mnrt sy, semua kembali ke sikap dan perilaku msg2..pembinaan dr pimpinan sangat diperlukan. Hukuman tdk menyelesaikan masalah. Sejak thn 2005 sy dtg smp terakhir sy datang juno 2015….tidak ada yg berubah dgn puskesmas labuan bajo yg mjd pusat pelayanan kesehatan di ibukota kabupaten. Sebentar lg akan tersisih oleh RS siloam labuan bajo bila tidak berubah.

  4. Di RSUD Dr. Ben Mboi juga pelayanan amburadul toh, malah yg sekarang lebih buruk lagi.
    Sebelum ngamuk2 di tempat lain, benahi dululah rumah sendiri.
    Perawat yg ketus jarang tersenyum, bikin pasien jeri dan ingin cepat pulang, takut cepat mati di RS.

  5. RSUD Ruteng juga sama kan, memperlakukan pasien seenaknya saja.
    Belum lagi kualitas pelayanan yg buruk, baik secara administrasi maupun medis.
    Sebelum ngamuk di rumah orang, benahi dulu rumah sendirilah.
    Dimulai dari perawat dan dokter, suruh sering2 tersenyum walaupun capek, biar pasien merasa nyaman dan aman.

  6. Kesan yg sama kami rasakan juga pada pelayanan rumah sakit baik rsud ruteng maupun puskesmas labuan bajo. Petugas kesehatan terkesan cuek, acuh, masa bodoh, lamban Dan kurang ramah, kurang empati terhadap pasien. Sepertinya para petugas kesehatan ini harus mendapat kursus kepribadian yg berhubungan dgn profesi mereka agar bekerja lebih professional. Ini juga PR buat ibu dirut rsud ruteng yg akhirnya dia sendiri mengalami kesan yg dirasakan orang banyak.

  7. Koreksi diri juga ibu Direktur…apa plyanan di rsud ben mboi jg sdah bgus sperti yg ibu inginkan terhdp anak ibu…mngkin ini karma jg dri ibu..krena bnyk juga pasien di rumah sakit ibu yg mengeluh dgn playanan petugas…

  8. Kami (pasien) manusia tlng dilayani dng baik kalian sdh dibayar oleh negara tugas anda utk melayani jng sombong,angkuh..

  9. Rs dr ben boi dn puskesmas labuan Bajo mengingatkan sy sebuah pepatah manggarai, MBANI LELENG ULAR. Kejadian macam ini sering trjadi d stiap rmh skit di sluruh indonesia trmasuk RS DR BEN BOI RUTENG, sangat lucu. Tidak perlu mengamuk sesama dokter, jdikan ini sbagai permenungan.

  10. Pelayanan hanya slogan?tentu aneh bila hal2 yang kecil tidak dijalankan. Wujud pelayanan tentu nyata jikalau adanya tindakan dan respon kepuasan dari yang dilayani.

  11. Terkadang orang bisa berubah bila melihat kejadian nyata yg terjadi dalam kehidupan pribadinya dan semoga peristiwa ini menginspirasi Ibu Direktur untuk merubah pola pelayanan yg terjadi di RS Dr. Ben Mboi untuk menjadikan para medis lebih tanggap dalam melayani kepentingan pasien

  12. Perlu tindakan tegas dari Pemerintah terhadap Dokter yg selalu lalai dlm tugasnya,

  13. Saya rasa, semua dr di daerah mAnggarai kurang ada pengawasan dr pemerintah…sehingga sumpah kedokterannya dilalaikan….

  14. Mari saling koreksi diri Bu dokter,Bidan,Perawat bekerjalah sesuai dgn sumpah Profesimu biar masyarakat yg engkau layani sebagai pasien dapat kepuasan dan sembuh dari sakitnya,bukan cuman di Manggarai aja kejadian seperti ini di Jakartapun sering terjadi.

  15. mari saling koreksi diri, dokter, perawat,dan bidan bekerjalah sesuai dengan sumpah profesimu, biar masyarakat atau pasien puas dalam pelayananmu,, untuk kepala puskesmas jangan tutup mata terhadap kejadian ini,, dan juga SKPD terkait dalam hal ini dinas kesehatan harus tindak tegas dalam peristiwa ini,, terus terang bapak kepala dinas pelayanan kesehatan di kab. manggarai barat sangat memprihatinkan,, semoga melalui peristiwa ini pemerintah buka mata., bukan hanya di PKM labuan bajo ,,tetapi puskesmas- puskesmas sekabupaten manggarai barat pelayanannya belum maksimal, tenaga kesehatan seharusnya standby di tempat,, tetapi kenyataan di mabar, tenaga kesehatan pelayanan hanya siang saja,,Bagaimana kalau ada yg sakit atau melahirkan tengah malam…? jauh-jauh datang dari rumah (jalan kaki lagi) untuk mendapat pelayanan dari puskesmas ternyata tenaga kesehatan tidak ada kalau malam hari,, tolong PEMKAB MABAR, harus sayang Rakyat Donk,, terima kasih…

  16. Mindset para petugas kesehatan yang mesti dirubah, bahwa mereka sesungguhnya pelayan masyarakat. Senyum, salam, sapa, cekatan semestinya jadi semangat mereka. Bukannya cemberut terus dan lamban. RSUD Ruteng pelayanannya juga buruk semenjak ditangani dr. Ida. Beliau mestinya belajar pada semangat kerendahan hati pendahulunya dr.Dupe Nababan…….

  17. Jangan terlalu arogan. Koreksi diri lebih baik, apakah pelayanan RSUD Ruteng sudah maksimal di saat dr. Ida pimpin? Sikap dr. Yoan juga patut disayangkan…. Belajarlah pada semangat pelayanan dr. Dupe Nababan yang rendah hati. Selama beliau pimpin RSUD Ruteng pelayanannya luar biasa. Meski banyak kritikan dan masukan, beliau terima dengan rendah hati.

  18. sesama dokter ko ribut. pasien cln dokter, ortu pasien dokter direktur rsud ben boi lg ? kn tw ap yg hrs di lakukan utk menyelamatkn org kl darurat. kl dokter sj bingung ap jdx pelayanan kesehatan pd pasien ?

  19. Apa benar..buruk nya pelayanan RS/puskesmas adalah cerminan dari buruk nya pelayanan publik umumnya di pemda ? Fungsi pengawasan, bila perlu pembinaan dari departemen/dinas terkait bersama legislatif daerah perlu ditingkatkan..

  20. Sy hanya kasian sj dgn perawat yg di jadihkan pelampiasan emosi kepada dokter…
    ini tdk bagus…perawat sdh siap 24 jam di puskesmas..dokter plng tdur..prawat lg yg jdi sasaran kmarahan…coba perawat jg bisa ON CALL..kan enak bisa sma2 tinggalkan puskesmas trus plng tdur..supya sama2 mkn gaji buta…

  21. Om andy kalau puskesmas labuan bajo setahu saya dari rawat inap, ugd dan kebidanan ada petugas dari pagi siang dan malam.

  22. Tidak bisa me nya lahan dover yoan saja. Ketika ada pasien yg kritis memang akan menjadi prioritas utk ditangani,karena statusnya kritis. Sedangkan utk masalah ” dokter kok on call”, penjelasannya begini, seharusnya dokter jaga tidur d puskesmas, tetapi apabila fasilitas ruang tidur dokter tidak ada, dokternya boleh utk pulang istirahat di rumah. Dokter jg manusia, seorang diri harus mengurusi semua pasien yg ada, kalo kurang istirahat dan ujung2nya jadi slah diagnosis atau salah memberikan penanganan, bukannya akan lebih buruk? nah kalo kasusnya seperti ini, kenapa dokternya on call karena di puskesmas tidak ada ruangan khusus dokter, jadi perawatlah yg akan menelpon dokter yg bersangkutan. Jadi, mari kita sama2 melihat dan menilai dari dua sudut pandang jg lebih ktitis. Saya tidak membela siapa2, akan tetapi karena saya tahu bagaimana prosedurnya, maka sy tidak bisa mengatakan bahwa dokter yoan bersalah. Dokter jg manusia, bukan amoeba yg bisa membelah dirinya menjadi banyak lalu menangani seluruh pasiennya pada saat yg bersamaan.

  23. mungkin dokternya PNS
    dan jikalau PNS semoga prilakunya tidak mencerminkan pola kerja PNS pada umumnya.

    tunggu sampai ada dokter swasta yah….

    sperti komentar yang lain, tak usah ngamuklah… tapi sesama dokter bicaralah bagai dokter sehingga gaya ngamuk tak di tiru oleh kami dari kampong yang kebanyakan BH(buta hurup)

  24. Orang Labuhan jadi merindukan RS Siloam nih, ceritanya.
    Entar kalau Siloam dah jalan, pada kaget semua dengan biaya dan sistem administrasi RS terakreditasi.
    Maklum, orang Manggarai tidak terbiasa dgn antri dan tdk menghargai mahalnya jasa kesehatan.
    Mana ada yang mau bayar mahal.
    Ujung2nya balik ke Puskesmas lagi. Biar pake BPJS.

  25. Sistem pelayanan dan fasilitas kesehatan yg harus dibenahi
    Dimana puskesmas dipaksakan seolah2 sebagai rumah sakit
    Dengan keterbatasan jumlah dokter yang melayani dan jumlah jam pelayanan oleh dokter yang bisa dibilang sudh tidak manusiawi lagi
    Mereka hampir dikatakan tidak pernah libur
    Coba dikonfirmasikan lagi kepada kepala dinas yang seharusnya bertindak sebagai sejawat dan pejabat yang berwenang mengapa pelayanan kesehatan manggarai barat bisa seperti ini
    Untuk anggota dprd : sebelum melontarkan pendapat sebaiknya pelajari,telaah dan dalami kasusnya terlebih dahulu
    Terlebih dprd sebenarnya mempunyai peranan dalam pengembangan kesehatan yang terwakili dalam komisi C
    Agar pendapat dan komentarnya objektif

  26. Nggak usah ngamuk lah.. Kenapa nggak dibawa langsung ke IGD ben mboi saya.. Saya rasa fasilitas lebih lengkap dan dokter jaga tersedia

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan tulis komentar Anda!
Tulis nama Anda di sini